BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Polsek Arut Utara masih melakukan penyelidikan atas kasus meninggalnya seorang pria inisial ESW (32) warga yang tinggal di sebuah Rumah Barakan, di Jalan Mas Lebih Siak, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), yang ditemukan tewas gantung diri.
Kapolsek Arut Utara Ipda Agung Sugiharto menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait penyebab atau motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Dugaan sementara ada permasalahan keluarga.
"Kasus tersebut masih kita lidik, untuk motifnya kemungkinan atau dugaan semantara mengarah permasalahan keluarga," kata Ipda Agung Sugiharto, saat dikonfirmasi Borneonews, pada Selasa, 8 Juni 2021.
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil visum luar tidak ditemukan tanda - tanda kekerasan. Dimungkinkan korban murni bunuh diri.
"Tadi malam korban langsung dibawa keluarganya pulang ke Pangkalan Bun," tuturnya.
--page
peristiwa tragis pertama kali diketahui oleh istrinya inisial P. Di mana ia melihat suaminya dalam posisi leher tergantung di kusen pintu dapur dan posisi kakai tidak menyentuh lantai rumah barakanya, pada Senin, 7 Juni 2021, sekitar pukul 19.00 WIB.
Adapun kronologis kejadiannya, ialah pada Senin, 7 Juni 2021, sekitar Pukul 18.00 WIB, korban bersama istrinya, berbincang - bincang di dalam barakan, sekitar pukul 18.30 WIB, kemudian istri korban keluar main ketempat tetangga depan rumah.
Selanjutnya, sekitar pukul 19.00 WIB, istri korban kembali ke rumah, ia mendapati korban sudah dalam posisi leher tergantung di kusen pintu dapur dengan menggunakan sarung, dan posisi kaki menjuntai tidak menyentuh lantai.
"Karena kaget, istrinya teriak minta tolong tetangga, kemudian tetangga datang dan menurunkan korban," kata Kapolsek Aruta. (DANANG/B-5)









