BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah telah memutuskan bahwa pada tahun ini tidak ada pemberangkatan ibadah haji ke Arab Saudi. Alasan utamanya karena pandemi Covid-19 masih belum berakhir.
Terkait itu, salah satu calon jemaah haji asal Kabupaten Kapyas yang batal berangkat haji, Hendriani, (41) menanggapi keputusan tersebut.
Dia menanggapinya dengan legawa dan menerima keputusan pemerintah yang tidak melaksanakan penyelenggaraan Haji tahun 2021. Kendati sudah dua kali batal berangkat haji sejak 2020 akibat pandemi covid-19.
"Saya menerima putusan pemerintah, karena bagaimanapun itu yang terbaik. Karena saat inikan masih pandemi Covid-19, walaupun jadi berangkat tentu akan banyak kendalanya juga," kata Hendriani, Selasa 8 Juni 2021.
Namun, lanjut dia tetap percaya terhadap pemerintah yang mengatur keberangkatan calon jemaah haji ke Tanah Suci. Dia berharap pandemi dapat reda di tahun depan sehingga dapat berangkat dan menunaikan ibadah haji dengan tenang.
--page
"Jika pun berangkat Alhamdulillah, jika tidak berangkat kita ambil hikmahnya saja, berarti Allah sudah memberikan yang terbaik," ucapnya.
Dirinya berharap wabah Corona ini cepat berlalu dan pemerintah bisa mengusahakan bagaimana caranya bisa berangkat ke tanah suci tahun depan.
Senada, salah satu calon jemaah haji bernama Hanyi warga Jalan Barito, Kuala Kapuas juga mengatakan bahwa keputusan pemerintah membatalkan keberangkatan haji tahun 2021 ini tentunya sudah melalui pertimbangan untuk kebaikan calon jemaah itu sendiri.
"Saya pikir keputusan ini adalah kebijakan yang sudah dipertimbangkan matang oleh pemerintah untuk keselamatan jiwa calon jemaah haji," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)









