SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Jembatan Sungai Pulut, di Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu, mengalami kerusakan parah. Kondisinya menghambat aktivitas masyarakat sekitar. 

Plt Camat Mentaya Hulu, Asyari menjelaskan, jembatan itu berada di Sungai Pulut, menghubungkan Desa Tanjung Jariangau dengan Desa Bawan dan Desa Kuayan, pusat Kecamatan Mentaya Hulu. 

Asyari berharap, pemerintah kabupaten segera memperbaiki jembatan tersebut.

Diungkapkannya, belum lama ini pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kotawaringin Timur sudah melakukan survei ke lokasi bersama pemerintah kecamatan. Saat ini proyeknya telah memasuki lelang. 

"Sudah diusulkan  perbaikan jembatan tersebut dan tahun ini rencananya akan dibangun. Namun belum diketahui pasti kapan dimulainya pembangunan tersebut," katanya, Rabu, 8 Juni 2021. 

Jembatan itu dinilai sangat penting bagi masyarakat. Terutama bagi aktivitas perekonomian masyarakat, dan anak-anak sekolah yang biasa melewatinya. 

Pemerintah kecamatan pun mengaku tak berdiam diri. Mereka berupaya jemput bola agar jembatan yang merupakan akses vital masyarakat itu kembali aman dilalui. Salah satu upayanya dengan berkoordinasi dengan instansi terkait dan perusahaan yang berinvestasi di wilayah itu.

--page

"Kami tak ingin hanya menunggu, harus jemput bola untuk berkoordinasi dengan instansi terkait dan perusahaan untuk menyalurkan CSR (Corporate Social Responsibility) mereka agar jembatan segera terbangun," ujar Asyari. 

Menurutnya, jangan sampai keterbatasan  membuat masyarakat tidak bisa bergerak. Pemerintah setempat perlu lebih aktif dalam mengusulkan pembangunan.

Dikatakan Asyari, di daerahnya ada sekitar tiga jembatan, satu di antaranya mengalami rusak parah. Sedangkan dua jembatan lainnya masih bisa dilewati.

Sementara untuk jalan, diungkapkannya pemerintah sudah melakukan perawatan. Salah satunya dengan menimbun jalan yaitu dari Desa Kuayan hingga Desa Tanjung Jariangau. (MAGANG 2/B-11)