BORNEONEWS, Palangka Raya – DPRD Kalteng menilai penanganan banjir di Kalimantan Tengah memerlukan rencana jangka panjang yang bertahap.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Muhajirin mengatakan kultur masyarakat yang sejak dulu tinggal di daerah pinggiran sungai, mengakibatkan terjadinya penyempitan aliran sungai. Kondisi ini tentu menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir.
“Dulu banyak masyarakat yang tinggal di pinggir sungai, semakin kesini semakin pada penduduknya. Jadi pemerintah harus sudah mulai mempertimbangkan rencana ke depan, salah satunya dengan relokasi. Tentunya, rencana jangka panjang ini dilakukan bertahap,” jelasnya.
Namun selain upaya jangka panjang juga perlu diperhatikan penanganan jangka pendek, seperti pemberian bantuan kepada masyarakat terdampak banjir, mulai dari logistik, baik makanan dan obat-obatan, serta tempat tinggal.
“Penanganan jangka pendek itu, seperti apa saja yang perlu dibantu pemerintah, karena itu salah satu bentuk pelayanan pemerintah pada masyarakat,” katanya.
--page
Dia yakin dengan komunikasi yang baik serta kemampuan pemerintah maka relokasi dapat dilaksanakan secara bertahap untuk mengatasi masalah banjir.
“Kalau pemerintah punya keinginan dan didukung dengan komunikasi yang baik, maka setiap permasalahan pasti bisa diselesaikan. Pentingnya komunikasi adalah karena ada beberapa masyarakat yang memang mendiami tempat itu karena kepercayaan dan lain sebagainya, sehingga nanti tidak menimbulkan keteganan dari keduanya,” pungkasnya. (HERMAWAN DP/B-6)









