PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga yang berada di kawasan pelabuhan Bukit Pinang, Kelurahan Tanjung Pinang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya mengeluh dengan adanya aktivitas bongkar muat minyak.

"Perusahaan ini mengangkut CPO melalui pelabuhan Bukit Pinang. Mereka tidak ada pemberitahuan kepada warga, dan bulan lalu langsung melakukan aktivitas disitu," kata Darmawan Ketua RT, Kamis 10 Juni 2021.

Mestinya kata dia, masyarakat bisa dilibatkan dalam kegiatan proyek tersebut, misalnya dalam pengaturan parkir, pembersihan lingkungan serta pekerjaan lain sebagai bentuk pemberdayaan kepada masyarakat.

"Setiap aktivitas perusahaan, tentu akan berdampak bagi lingkungan baik itu positif maupun negatif. Kami hanya tidak ingin apabila terjadi apa-apa, kepada siapa kami harus melapor. Sedangkan nama perusahaan itu saja kami tidak tahu," ungkapnya.

Persoalan lain yang juga muncul mengenai arus lalu lintas jalur keluar masuk mobil angkutan minyak itu. Karena angkutan CPO menggunakan jalan utama yakni Jalan Bengaris, dikhawatirkan terjadi kecelakaan.

--page

Lurah Tanjung Pinang, Gerald Namara mengaku sering mendapat keluhan dari warga terkait persoalan itu sejak Mei 2021. Ia sudah mencoba melakukan koordinasi dengan pelabuhan, namun tidak mendapat respon yang relevan.

"Kami sebenarnya hanya sebagai penengah, karena kita tidak ingin persoalan ini dibiarkan berlarut-larut. Kalau dibiarkan saja, nanti bisa terjadi gesekan atara masyatakat dan pekerja di sana," ujarnya.

Ia berharap, masyarakat bisa diberikan kesempatan berkecimpung dalam proyek itu. Mengingat saat ini semua orang kesulitan dalam perekonomian akibat Covid-19.

"Intinya koordinasi dan sosialisasi saja, ketika ada jalan tengah semua pasti bisa berjalan dengan baik," tutupnya. (HENDRI/B-6)