SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kesulitan mendapatkan pupuk subsidi terungkap dalam reses anggota DPRD Kotawaringin Timur daerah pemilihan I saat di Desa Bapeang, Kecamatan Ketapang, Kotim. 

Kepada wakil rakyat, Kepala Desa Rahmadi meminta agar petani di desanya dapat diberikan solusi tentang susahnya mendapatkan pupuk bersusidi.

Pasalnya, pupuk subsidi sulit ditemukan di kios-kios penjual pupuk resmi selama ini sehingga mereka beli ke toko penjualan pupuk di kota dengan harga yang lumayan tinggi.

“Saya menyampaikan keluhan masyarakat selama ini, khususnya para petani, karena susahnya mendapatkan pupuk terutama urea di pasaran ketika tiba masa pemupukan padi, kadang karena tidak ada pupuk urea, para penjual itu meracikkan kami berbagai macam jenis pupuk tapi harganya masih terlalu mahal untuk para petani di desa kami,” kata Rahmadi.

Menanggapi hal itu Riskon Fabiansyah anggota DPRD Kabupaten Kotim dario dapil itu mengatakan apa yang disampaikan kepala Desa Bapeang akan disampaikan saat pembahasan hasil reses dalam rapat paripurna nanti.

"Untuk pembangunan infrastruktur ataupun lainnya yang diusulkan dan belum teralisasi pada tahun 2021 ini kami minta maaf kerena tahun ini anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kotim kembali mengalami refocusing," kata Riskon, Sabtu, 12 Juni 2021

--page

Dia menambahkan semua aspirasi yang diserap di lapangan melalui kepala desa akan menjadi tugas DPRD untuk mengawal dan mengawasi kinerja pemerintah agar keinginan masyarakat dapat terwujud.

"Kami juga berharap apa yang menjadi keluhan masyarakat yang disampaikan melalui kepala desa nanti dapat dipenuhi oleh pemerintah, dan kami juga akan akan mengawalnya," tandasnya. (NACO/B-6)