MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Bupati Barito Utara, Nadalsyah meminta Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) melihat kondisi jalan tembus Lemo-Batapah-Timpah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Utara membangun jalan ini demi mempersingkat waktu tempuh ke Palangka Raya.

Lalu Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng, Shalahuddin untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan, Minggu 13 Juni 2021.

"Bupati Barito Utara berbicara dengan gubernur saat makan siang, kemarin. Meminta agar provinsi bisa melihat kondisi jalan dari Lemo-Batapah-Timpah,” kata Shalahuddin, Senin 14 Juni 2021.  

Shalahudin telah menyampaikan kepada Bupati Barito Utara terkait status kawasan di lokasi jalan tersebut, dan  Pemkab Barito Utara bakal menyelesaikan masalah ini, karena masih ada daerah dengan status kawasan hutan produksi.

--page

"Karena sekarang masih non status, Bupati H Nadalsyah berharap jalan itu dijadikan jalan provinsi. Keputusan di tangan gubernur," kata Shalahuddin.

Selain itu ada pula pesan bupati Barito Utara supaya pihak provinsi bisa melihat pembangunan dua buah jembatan melintasi Sungai Barito di Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah dan Kelurahan Tumpung Laung Kecamatan Montallat.

"Selain dua jembatan ini saya sudah menyarankan kepada gubernur, menurut saya ada satu jembatan lagi yang juga sangat prioritas. Yaitu jembatan yang menghubungkan ibukota Teweh Tengah ke Kecamatan Lahei dan Lahei Barat," katanya.

Dinas PUPR Kalteng berharap bisa membangun jembatan ke Kecamatan Lahei dan Lahei Barat dengan dana provinsi. "Harapan kita, paling tidak pada 2023 akan datang pondasi dulu Jembatan Lahei, sambil menyelesaikan dua jembatan lainnya.

“Jembatan Lahei sangat strategis, karena menghubungkan dua kecamatan ke Kecamatan Teweh Tengah," kata Shalahuddin yang pernah menjabat selaku Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PUPR Barito Utara. (RAMADHANI/B-6)