BORNEONEWS, Palangka Raya - Bea Cukai Palangka Raya menghadiri acara Talkshow Palangka Post yang bertema "Peran PEN untuk UMKM di Kalimantan Tengah berorientasi Ekspor”, bertujuan agar UMKM lokal bisa maju menuju pasar ekspor, pada Selasa, 15 Juni 2021.
Kegiatan ini berlangsung secara hybrid melalui zoom meeting dan juga bertempat di Aula KPPBC TMP C Palangka Raya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.
Talkshow dimoderatori Haris Sadikin selaku ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kalteng sekaligus Pemimpin Redaksi Palangka Post, kemudian acara dibuka oleh Ketua Japnas Kalteng Henny Fauziah, dimulai dengan pemaparan potensi ekspor Kalteng, biografi singkat Japnas, hambatan ekspor dan sebagainya.
Kemudian lanjutkan pemaparan oleh Klinik Bisnis mengenai program UMKM tangguh yaitu untuk mendukung UMKM yang rentan dan tidak tahu masalah branding, finance dan marketing melalui media sosial.
Selanjutnya adalah pemaparan oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Yudo Herlambang mengenai program etalase digital (website) untuk industri kreatif dan UMKM.
"Bank Indonesia merasa perlu adanya pasar ke nasional dan internasional tidak terbatas hanya di Kota Palangka Raya untuk konsumsi komoditi lokal khususnya UMKM. Maka itu kita ada program etalase digital berupa website untuk industri kreatif dan UMKM Kalteng," tutur Yudo.
Kemudian paparan dilanjutkan oleh BPS mengenai data ekspor dan impor Kalteng. Talkshow pun dilanjutkan dengan pemaparan instansi pemerintah yang membuat regulasi terkait ekspor dan impor yaitu Bea Cukai Palangkaraya, Balai Karantina dan Disperindag.
--page
"Mengenai UMKM harus ada solusi seperti adanya perusahaan jasa titip yaitu kantor pos untuk dapat naik status menjadi pos lalu bea untuk dapat langsung melakukan eksportasi. Harus bersama-sama dapat memunculkan konsolidator berupa beberapa eksportir dalam satu kontainer dan 1 PEB," tutur Kepala KPPBC TMP C Palangkaraya, Indra Sucahyo.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh instansi pemerintah lain yaitu Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng Yudo Herlambang, Perwakilan Badan Pusat Statistik Kalteng A Tantowi, Perwakilan Disperindag Kalteng Adi Suseno, Perwakilan Karantina Pertanian Kalteng Marsanto, dan juga turut mengundang pelaku usaha yaitu Ketua Jaringan Pengusaha Nasional atau Japnas Henny Fauziah dan Kepala Departemen UMKM Klinik Bisnis Jefriko Seran. (TESTI PRISCILLA/B-11)









