PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga di jalan Abdul Kadir, RT.16 Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan sempat panik lantaran adanya teriakan minta tolong seorang warga. Itu karena regulator tabung gas ukuran 3 kg di barakan tempat tinggalnya terbakar, Selasa, 15 Juni 2021, sekitar pukul 22.00 WIB.

Mendengar teriakan minta tolong, masyarakat di sekitar lokasi bernama Bambang Sugiarto langsung memberikan pertolongan dan segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Mendapat informasi adanya kebakaran, petugas Damkar langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Kabid Damkar Agus Dwi Suhartono menyampaikan, adapun kronologisnya, menurut keterangan Ahmad, mulanyasedang menggoreng keripik ubi untuk dijual di rumah barakan yang dikontraknya. Tiba-tiba api keluar menyambar keluar dari regulator tabung gas, karena panik ia pun berusaha mematikan api. Namun apinya tidak padam-padam dan terus menyambar akhirnya ia meminta pertolongan pada warga.

"Dalam keadaan panik, penghuni barakan itu sempat berupaya mematikan api tersebut dengan cara menyiram air. Namun api malah membesar. Kemudian ditutup lagi dengan kain basah. Namun api masih menyambar dari tabung gas karena Gas msih terisi full," kata Agus Dwi Suhartono.

Dia melanjutkan, karena api tak bisa dipadamkan, si Ahmad panik keluar rumah meminta tolong ke warga sekitar barakan yang ditempatinya. Sehingga, Bambang, warga sekitar dengan sigap menelpon Mako Damkar.

Setelah menerima laporan via telepon, sesuai SOP kurang dari 5 menit  1 Unit Mobil Damkar beserta anggota Piket/Regu III meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian disusul 1 unit tambahan mobil angkut atau pikap damkar.

"Setibanya di lokasi petugas langsung melakukan pemeriksaan atau  pemadaman. Saat petugas tiba di TKP. Api masih menyala atau menyemburkan api dari tabung gas. Kuarang lebih 20 menit petugas damkar berhasil menangani api tersebut," jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, beberapa perabotan dapur yang mudah terbakar rusak. Kemudian, dinding beton gosong terkena sambaran api.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Dwi Suhartono mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan segera melaporkan apapun itu ke mako damkar untuk mengantisipasi hal atau musibah membesar.

"Sekecil apapun itu apinya, segera laporkan kami dan meskipun api sudah mati, laporkan, untuk kami periksa dan memastikan bahwa benar - benar situasi sudah aman," pungkasnya. (DANANG/B-7)