BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam rangka meningkatkan taraf pendidikan dan mengatasi masalah putus sekolah, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kobar meresmikan penggunaan website www.siaptara.kotawaringinbaratkab.go.id, Rabu 16 Juni 2021.
Kepala Disdikbud Kobar, Rustam Effendi menyampaikan kehadiran wesbite Siaptara diharapkan dapat memudahkan masyarakat yang ingin meningkatkan taraf pendidikannya.
Jadi siswa yang putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikannya melalui pendidikan kesetaraan dengan program paket A (SD), B (SMP), dan C (SMA) secara gratis.
"Lewat PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat). Melalui itu nanti diakomodir, dan itu biayanya juga gratis. Bahkan mereka juga dapat biaya operasional pendidikan (BOP), bagi masyarakat yang ingin mendaftar bisa langsung mengisi formulir secara daring, dan memilih PKBM yang tersedia," katanya.
Rustam menyebut berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik) tahun 2021, angka putus sekolah di Kobar mencapai 1.014 anak. Menindaklanjuti hal itu, pemerintah daerah melalui bidang pendidikan non formal (pnf) berupaya memenuhi ketercapaian target dan indikator kinerja yang telah ditetapkan.
--page
"Kita membantu yang putus sekolah, karena dari jumlah dari SD sampai SMA itu 1.014 orang. Jadi Siaptara ini tetap bisa dijalankan sambil berkerja," ungkapnya.
Dengan demikian program wajib belajar 12 tahun dapat tercapai dan pada akhirnya dapat meningkatkan rata - rata lama sekolah dan harapan lama sekolah di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
"Seperti yang saya ungkapkan, jangan sampai hanya untuk persyaratan menjadi kepala desa harus ijazah SMA itu, di desa tidak ada warga yang punya ijazah SMA. Inilah salah satu membantu. Sama seperti syarat daftar ke perusahaan," tambahnya.
Kabid PAUD dan Pendidik Non Formal Dikbud Kobar, Rahmat Trisjianto berharap program ini dapat diikuti oleh masyarakat yang sempat putus sekolah, namun ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
"Kita berharap kepada masyarakat yang mungkin karena keterbatasan tidak bisa melanjutkan pendidikan formal untuk tetap terus bersemangat bersekolah melalui pendidikan kesetaraan," tuturnya. (DANANG/B-6)









