BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando mengatakan, omoditas unggulan Kalimantan Tengah pada umumnya adalah bahan mentah yang tidak memerlukan proses pengolahan lebih lanjut.
Hilirisasi komoditas menurut Rihando dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan efektivitas dan efisiensi ekonomi, baik kedekatan pasar (konsumen), akses, geografis dan biaya.
"Hilirisasi bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi komoditas unggulan serta meningkatkan kemandirian lokal yang pada akhirnya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung ekonomi daerah," kata RIhando pada Kamis, 17 Juni 2021.
Selain itu, lanjutnya, perlu dikaji lebih lanjut komoditas lokal yang memiliki potensi ekspor, yang belum optimal dikelola diolah di daerah serta terdapat permintaan dari luar negeri.
Misalkan, lanjut dia, komoditas sarang burung walet, Nipah, Porang dan Rotan.
--page
"Optimalisasi komoditas potensi ekspor tersebut dapat dilakukan melalui sinergi dengan lembaga keuangan, asosiasi pelaku usaha dan stakeholder lainnya," jelasnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)









