SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Harga sapi untuk keperluan ibadah kurban di Sampit, Kotawaringin Timur tahun ini dipastikan mengalami kenaikan. Salah satu penyebabnya adalah mahalnya biaya transportasi sejak adanya pandemi.

"Naik tahun ini dibanding tahun lalu," ungkap Masrani, salah seorang pedagang hewan kurban di Jalan HM Arsyad, Sampit, Jumat, 18 Juni 2021.

Kenaikan harga sapi berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Harga sapi saat ini berkisar Rp 16 juta hingga Rp 25 juta. Perbedaan harga tergantung dengan besar-kecilnya sapi. 

"Ada kenaikan harga, Rp 1,5 juta per ekor.Salah satu penyebab naiknya harga karena ongkos pengiriman, petugas kami juga harus tes cepat antigen," jelasnya. 

Menurut pedagang, harga sapi ini bisa berubah kembali. Bahkan berpotensi mengalami kenaikan kembali semakin mendekati hari H Iduladha. 

--page

Baru sekitar sepekan pedagang menggelar lapak penjualan hewan kurban. Sapi banyak didatangkan dari Pulau Sulawesi. 

"Sementara ini kami baru mendatangkan sekitar 80 ekor sapi. Saat ini kebanyakan dari calon pembeli masih survei harga belum banyak yang langsung pesan," katanya. (MAGANG 2/B-6)