BORNEONEWS, Palangka Raya - Industri kreatif menjadi lahan penghasilan yang menguntungkan bagi sebagian orang. Salah satunya adalah Gampang, pria paruh baya asal Pulang Pisau.
Kini dia mampu meraih omzet puluhan juta tiap bulan dari industri kreatif kerajinan ornamen khas Dayak Kalimantan Tengah.
Usaha yang digeluti Gampang, dimulai dari percobaan mengikuti lomba yang diadakan Pemko Palangka Raya. Dia dengan hasil karyanya berupa gantungan kunci mampu mendapat peringkat pertama dalam lomba tersebut.
Setelahnya dia mendapat beragam kesempatan untuk mengikuti berbagai pelatihan untuk mengembangkan bakat dan kreativitasnya dalam seni ornamen Dayak.
“Dulu awalnya saya hanya coba-coba saja ikut lomba kerajinan, karena saat itu kondisi hidup juga susah dimana kerja sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk makan, dan hadiahnya juga lumayan,” tuturnya, Jumat 18 Juni 2021.
--page
Gantungan kunci berornamen pulau kalimantan dari plywood limbah ternyata sukses memenangkan lomba yang akhirnya mendapatkan tawaran untuk mendalami seni ukir.
“Sejak ikut lomba itu, perlahan hidup mulai berubah, saya ditawarkan ikut pelatihan oleh pemerintah bahkan sampai ke Jepara dan Bali,” katanya.
Perlahan lahan dengan modal terbatas Gampang memulai usahanya di sela sela pekerjaan pokoknya sebagai buruh kuli bangunan.
Dia ingat betul pesanan pertama skala komersial adalah 2000 buah gantungan kunci yang dipesan untuk souvenir pernikahan.
“Dulu saya kerjakan sendiri malam pulang kerja. Tapi jangka waktunya lumayan jauh jadi sempat saya buatnya,” ungkapnya.
Usaha yang dirintis sejak 2012 itu terus membaik dimulai dari seorang diri hingga kini dapat mempekerjakan karyawan. Terkait omset perputaran uang, Gampang nampak sedikit malu malu.
“Bayar karyawan sebulan sekitar Rp30 juta biasanya. Kalau pendapatan lebih dari itu,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-6)









