PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meski pandemi Covid-19 menjadi momok bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), namun ternyata tidak demikian dengan pengrajin ornamen kayu khas suku Dayak, Gampang.

Pria yang tinggal di Jalan Sri Rejeki, Kelurahan Kereng Bangkirai ini mengungkapkan, dirinya tetap melakukan produksi seperti biasa, tanpa merasa terganggu dengan pandemi Covid-19. “Terkadang turun tapi naik lagi di bulan berikutnya,” kata pria paruh baya ini, Jumat, 18 Juni 2021.

Dia mengaku selama pandemi lebih gencar mempromosikan kerajinannya di berbagai kegiatan serta mengoptimalkan jaringan yang selama ini sudah dibangun, termasuk juga media sosial. Pandemi menurut dia tidak menjadi masalah bagi UMKM untuk tetap bergerak.

“Saya juga memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut, kenalan, saya tidak berharap mereka beli, tetapi paling tidak mereka tahu tentang jualan saya, mungkin saja nanti bisa ditawarkan di teman atau kerabatnya yang lain,” katanya.

Bahan baku yang digunakan untuk industri kecilnya ini pun merupakan bahan yang ramah lingkungan.

--page

Hampir seluruhnya merupakan produk hasil olahan limbah kayu, yang didaur ulang, dan dibentuk menjadi kerajinan tangan dengan nilai jual dan seni yang tinggi.

“Untuk ornamen kecil seperti gantungan kunci, atau plakat batang garing ukuran kecil atau sedang itu kami pakai limbah kayu,” tambahnya.

“Tapi untuk ukuran yang jauh lebih besar, kami menggunakan kayu yang lebih kuat, karena selain ornamen seperti ini kami juga membuat produk mebel seperti kursi dan meja,” jelasnya. (HERMAWAN DP/B-6)