PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terus menggencarkan vaksinisasi Covid-19 untuk para lanjut usia. Tercatat, perhari ini capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk lansia telah mencapai 43,48 persen.

Data tersebut disampaikan oleh akun resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Kotawaringin Barat, yang berisi Update Vaksinasi Covid-19 Kobar, pada Jumat, 18 Juni 2021.

"Jumlah lansia yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama sebanyak 6.898 orang dengan persentase 43,48 persen," isi rilis dari Satgas Covid-19 Kobar yang diketuai langsung oleh Bupati Kobar Nurhidayah.

Selanjutnya, untuk jumlah lansia yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ke dua sebanyak 2.443 orang atau 15,40 persen. Dari jumlah sasaran sasaran lansia di Kobar sebanyak 15.864 orang lansia.

Dalam data yang sama, juga disampaikan jumlah sasaran vaksin untuk pelayanan publik di Kobar mencapai 23.407 orang dan yang sudah disuntik vaksin dosis pertama 17.252 orang atau 73,70 persen, untuk jumlah pelayanan publik yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ke dua sebanyak 8.500 orang dengan persentase 36,31 persen.

--page

Kemudian, untuk SDM Kesehatan di Kobar yang sudah menjalani vaksin dosis pertama mencapai 2.207 orang dan vaksin dosis kedua 2.136 orang, dengan jumlah sasaran awal yaitu 1.725 orang.

Diketahui, bahwa jumlah sasaran vaksinasi di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 141.000 orang. Total yang sudah terdaftar untuk divaksin meliputi dari SDM Kesehatan, Pelayanan Publik dan Lansia sebanyak 40.996.

"Adapun jumlah keseluruhan penerima vaksin dosis pertama dari tiga sasaran tersebut, sebanyak 26.357 orang atau 64,29 persen dan dosis kedua 13.079 atau 31,90 persen," isi rilisnya.

Dalam setiap kesempatan, Bupati Kobar Nurhidayah selalu mengajak masyarakat untuk mendukung vaksin dengan tidak takut untuk vaksin, terutama saat ini adalah lansia dan pra lansia. Vaksin ini akan membentuk kekebalan tubuh yang dapat melindungi diri dari penyakit.

"Lansia itu rentan terhadap penyakit, sehingga perlu kita berikan pemahaman agar mau divaksin, sehingga memiliki kekebalan tubuh yang baik. Vaksin ini aman dan halal, serta ini merupakan upaya pemerintah melindungi rakyatnya," pungkasnya. (DANANG/B-5)