BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran atau BPBD Damkar Kabupaten Barito Timur dan DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP menggelar simulasi bersama penanggulangan kebakaran, Selasa, 22 Juni 2021.
Simulasi yang diadakan di halaman kantor BPBD Damkar tersebut diikuti oleh pasukan pemadam kebakaran BPBD Damkar dan pengurus DPC PDIP.
Sekretaris DPC PDIP Barito Timur, Mardianto mengatakan, kegiatan simulasi bersama BPBD Damkar merupakan instruksi Dewan Pimpinan Pusat atau DPP PDIP demi mengantisipasi permasalahan kebencanaan lain yang akan terjadi di daerah.
"Karena di daerah kita sering terjadi kebakaran rumah warga, karhutla maupun bencana banjir. Jadi, setelah ini kami akan terus melanjutkan kerja sama dengan BPBD Damkar dalam penanggulangan bencana di Barito Timur," ujar Mardianto usai simulasi.
Dia menambahkan, kader PDIP diwajibkan memahami penanggulangan bencana agar dapat membantu masyarakat yang mengalami bencana.
--page
"DPC PDIP juga akan mencatat kendala-kendala yang dihadapi BPBD Damkar untuk disampaikan ke DPP PDIP agar menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan," imbuh Mardianto.
Kepala pelaksana BPBD Damkar Barito Timur Riza Rahmadi, menyambut baik kerja sama antara DPC PDIP dan BPBD Damkar dalam melakukan simulasi penanggulangan kebakaran.
"Kami menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari PDIP dan kami berharap dukungan terus mengalir dari semua pihak terhadap BPBD Damkar karena penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab kita bersama," ungkap Riza.
Terkait kesiapan BPBD Damkar dalam menghadapi musim kemarau dan bencana karhutla, Riza menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengantisipasi dengan mempersiapkan semua pos damkar yang ada.
"Semua sudah kami siapkan, baik itu pos damkar yang ada di Pematang Karau, Ampah, Benua Lima, Paku maupun di Tamiang Layang. Kami juga bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk mengantisipasi bencana karhutla," lanjutnya.
Menurut pusat data dan informasi yang dikelola BPBD Damkar, hingga hari ini belum ada hot spot atau titik panas di Barito Timur.
"Hot spot masih nihil, mudah-mudahan kalaupun ada hotspot bukan merupakan fire spot atau titik api," tandas Riza.
Kegiatan simulasi penanggulangan kebakaran juga diisi dengan penanaman pohon buah-buahan di halaman kantor BPBD Damkar. (BOLE MALO/B-7)









