PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Trainer Pembangunan SDM SAS Management, Fathan Asy’ari menilai perlu kerja sama semua pihak untuk membangkitkan optimalisasi pendidikan di tengah pandemi Covid-19.

Di mulai dari pemerintah dengan beragam kebijakan yang mendukung optimalisasi pembelajaran baik daring maupun luring melalui sekolah.

“Tokoh pendidikan, guru juga harus terus aktif dan kreatif sehingga pembelajaran dan ilmu dapat ditransfer dengan baik dan lancar. Sehingga walaupun ditengah kondisi gerak terbatas seperti ini, bekal dan semangat generasi muda seharusnya cukup untuk masa yang akan datang,” ungkap Fathan, Rabu 23 Juni 2021.

Selain itu, lanjut dia, keluarga perlu menjadi banteng utama dalam mengawal agar generasi muda tidak terjerumus ataupun jatuh pada lubang kesesatan, ataupun berbagai tren negatif yang marak saat ini.

“Perlu dibangun kesadaran (generasi penerus) tanggung jawab dimasa yang akan datang. Bangun dan melek, kondisi ini harusnya tidak membuat terlena justru harus memicu dan menjadi tantangan. Tidak terlena dengan drama aplikasi goyang dan Piala emas game online,” tuturnya.

--page

Ia berharap, generasi muda tidak hanya bisa berdiam dengan keasyikan. Menurut dia kondisi saat ini merupakan titik penentu jika terus dibiarkan sangat besar kemungkinan akan bertambah parah. Begitupun sebaliknya, jika dilakukan sebaliknya bisa jadi menjadi lebih baik.

Ia menilai, komplikasi ini berakar dari masalah pembiaran dan pengabaian. Generasi penerus terlalu dibiarkan bebas dan bahkan didukung dengan fasilitas yang ada.

“Oleh karena itu, obatnya adalah peranan besar pemerintah baik itu Pusat, daerah dan keluarga serta tokoh dunia pendidikan itu sendiri untuk mengobatinya,” (HERMAWAN DP/B-7)