BORNEONEWS, Nanga Bulik - Kabar duka datang dari Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah seiring dengan wafatnya salah satu ulama besar yang juga Ketua MUI Lamandau, KH Muhammad Gusti Sabran.
Almarhum meninggal dunia pada Rabu, 23 Juni 2021 sekira pukul 12.00 WIB di rumahnya Jalan Adhiyaksa, Kompleks Perkantoran Bukit Hibul, Nanga Bulik, Kelurahan Bulik di usia 73 tahun.
Diketahui, sejak beberapa bulan terakhir ini, almarhum yang semasa hidupnya dikenal selalu aktif berdakwah dan berkegiatan itu mengurangi aktivitasnya di luar rumah, karena sakit usai terjatuh.
Di Lamandau, almarhum juga dikenal sebagai salahsatu pemuka agama kharismatik yang memiliki pemahaman dan pemikiran menjungjung tinggi nilai-nilai moderasi dalam beragama.
Kabar wafatnya ketua MUI Kabupaten Lamandau tersebut begitu cepat menyebar. Adanya informasi tersebut juga sampai ke Bupati Lamandau Hendra Lesmana yang langsung hadir melayat ke rumah duka.
"Innalillahi wa innailaihi rajiun. Orangtua kita, ulama kita, ayahanda Gusti Sabran telah meninggalkan kita dan tentu sangat membuat kita kehilangan," kata Hendra Lesmana.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat di kabupaten Lamandau untuk mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan. Bupati menyebut jika almarhum adalah orang tua yang selalu menjadi panutan dan kerap menjadi penyejuk.
--page
"Saya bersaksi bahwa almarhum itu orang baik. Insya Allah husnul khatimah. Mari kita doakan agar almarhum di tempatkan di tempat terbaik bersama orang-orang beriman. Kemudian keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan atas kepergian ayahanda ke pangkuan Allah SWT," ujarnya.
Almarhum dimakamkan pada Rabu 23 Juni 2021 sore di TPU Jalan Cempedak kompleks PLN, Nanga Bulik yang diawali dengan upacara pemakaman oleh Pemkab Lamandau. (HENDI NURFALAH/B-11)









