PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah (Kalteng), Rihando menilai selain berpengaruh negatif terhadap perekonomian, pandemi Covid-19 juga memunculkan peluang digitalisasi.

“Meskipun di satu sisi, tantangan pandemi yang kita hadapi begitu berat, namun di sisi lain pandemi Covid-19 telah memunculkan banyak peluang digitalisasi,” tutur Rihando di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 24 Juni 2021.

Peluang digitalisasi tersebut menyentuh seluruh aspek kehidupan, baik aspek informasi-komunikasi, transportasi, pemasaran atau marketing produk hingga pada aspek transaksi ekonomi maupun keuangan.

Ia melihat sisi pemerintah daerah, pandemi Covid-19 telah mendorong integrasi ekonomi dan keuangan digital lebih cepat, yang dilakukan melalui kebijakan dan program elektronifikasi transaksi Pemda (ETP).

Melalui program tersebut cara pembayaran diubah yang semula menggunakan tunai menjadi non tunai.

--page


“Dimana saat ini kanal pembayaran secara non tunai telah banyak disediakan, baik melalui transfer, debit atau kredit, uang elektronik maupun menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS),” ungkapnya. (HERMAWAN DP/B-7)