LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seorang karyawan USTP Group yang baru datang dari Jakarta dan baru 5 hari di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Sumber Mahardika Graha (SMG) meninggal dunia, Rabu 23 Juni 2021. Jenazah dimakamkan oleh dengan protokol penanganan covid-19 oleh Satgas Covid-19 Lamandau.

Manager CDO PT SMG, Rahmat Hidayat, saat dikonfirmasi awk media Kamis 24 Juni 2021 membenarkan hal tersebut.

"Almarhum bukan karyawan PT SMG, namun karyawan kantor pusat yang sedang berkunjung ke sini (PT. SMG)," ungkapnya.

Menurutnya juga, berdasarkan riwayat penyakit almarhum diketahui menderita beberapa penyakit diantaranya jantung, paru-paru, diabetes militus, dan tekanan darah tinggi.

"Mohon doanya saja semoga almarhum husnul khatimah," ucapnya.

Terpisah, Danramil 1017/01 Bulik Kapten Inf. Eko Yulianto selaku pimpinan petugas pemakaman, menyebut jika berdasarkan keterangan dr Yosef selaku dokter yang bertugas di PT SMG diketahui bahwa almarhum sejatinya tengah menjalani isolasi mandiri di perusahaan tersebut karena berdasarkan hasil rapit test antigen saat kedatangannya terkonfirmasi reaktif. 

"Sebelum meninggal dunia, almarhum juga telah menjalani swab test pada Selasa 22 Juni 2021 lalu di RSUD Lamandau, namun hingga kini hasilnya belum keluar. Semenyara hasil swab test belum keluar namun pada hari Rabu 23 Juni 2021 sekira pukul 03.00 WIB yang bersangkutan meninggal dunia, sehingga dimakamkan dengan protokol penanganan Covid-19" jelasnya.

--page

Diketahui, prosesi pemakaman jenazah pada Rabu 23 Juni 2021 melibatkan sedikitnya 8 anggota Kodim 1017/lamandau bersama tim satgas covid 19 pemkab Lamandau. Jenazah dimakmkan di pemakaman umum perusahaan PT SMG. (HENDI NURFALAH/B-11)