BORNEONEWS, Palangka Raya - Survei Konsumen Bank Indonesia yang terakhir pada 21 Mei mengindikasikan perbaikan keyakinan di seluruh kelompok pengeluaran. Khusus di komponen ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam 6 bulan ke depan, optimisme utamanya pada ekspektasi ketersediaan lapangan kerja serta menguatnya kegiatan usaha maupun penghasilan.
"Stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan turut menjadi kunci dalam menopang optimisme terhadap pemulihan ekonomi yang lebih kuat. Dalam kaitan ini, bauran kebijakan Pemerintah bersama Bank Indonesia, OJK dan instansi terkait mampu menjaga stabilitas ekonomi kita," kata Deputi Gubernur, Rosmaya Hadi dalam pembukaan Festival UMKM dan Pariwisata Digital Kalimantan Tengah kemarin.
Strategi dalam menjaga stabilitas ini diambil tidak hanya dalam konteks survival jangka pendek, namun juga memastikan revival dari perekonomian domestik yang lebih berdaya saing.
"Dalam mendukung perbaikan ekonomi khususnya dari konsumsi rumah tangga, digitalisasi sistem pembayaran menjadi kebijakan di garda terdepan. Salah satu quote dari Albert Einstein adalah 'In the middle of difficulty lies opportunity'. Demikian halnya dengan perkembangan ekonomidan keuangan digital yang telah dimulai sebelum pandemi Covid-19, perkembangannya semakin terakselerasi," tuturnya.
Hal ini tentunya menurut Rosmaya didorong oleh inovasi teknologi dan transformasi 'how to do business'. Perkembangan ini memungkinkan peningkatan produktivitas sebagai kunci pertumbuhan ekonomi ke depan, serta efisiensi dari terciptanya ekosistem keuangan digital yang terintegrasi. Kebijakan digitalisasi sistem pembayaran dijalankan sesuai dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. BSPI 2025 difokuskan untuk membentuk ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia yang adaptif, inovatif, dan juga agile.
--page
"Hal ini akan meningkatkan efisiensi, pertumbuhan ekonomi serta inklusi keuangan. Melalui blueprint ini, Bank Indonesia memiliki komitmen untuk membangun ekosistem sistem pembayaran digital yang terintegrasi. Interoperabilitas, perluasan akses dan multi instrumen menjadi komponen yang disiapkan dari sisi infrastruktur sistem pembayaran," tuturnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalteng ini juga dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Rihando Plt Sekda Kalteng, H Nuryakin yang mewakili Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran. Selain itu kegiatan ini juga dihadiri secara virtual oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri LHK dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.
Sementara itu Festival UMKM dan Pariwisata ini masih diselenggarakan hari ini, Jumat, 25 Juni 2021 di Palangkaraya Mall melalui pameran produk UMKM dan akan berlangsung hingga besok, Sabtu, 26 Juni 2021. Bank Indonesia megajak masyarakat Kalteng, khususnya Palangka Raya untuk datang dan berbelanja produk UMKM dalam pameran tersebut. (TESTI PRISCILLA/B-5)









