BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin mengatakan perwujudan kota modern bukan hanya soal banyaknya bangunan megah dan bertingkat.
Menurut dia, wujud kota modern adalah sistem reformasi birokrasi yang mempunyai output dengan memberikan banyak kemudahan pelayanan bagi masyarakat.
"Oleh sebab itu, pembangunan Palangka Raya harus mempertahankan eksistensi 3 perwajahanya yang unik. Di dalamnya ada wajah kota, desa, dan hutan," kata Fairid Naparin, Jumat, 25 Juni 2021.
Fairid menambahkan, Palangka Raya memiliki luas kurang lebih 2.800 km persegi dengan tipologi yang unik yakni perwajahan kota, desa dan hutan. Keunikan tersebutlah yang mesti dipertahankan melalui pelestarian hutan kota.
"Ini komitmen Pemko melalui DLH untuk mempertahankan tipologi kota yang unik melalui hutan kota. Saat ini kami berkomitmen bagaimana lestarikan dan budidayakan lingkungan yang asri," katanya.
Selain Hutan Ulin di Rakumpit, Hutan Kota Himba Kahui diproyeksikan menjadi ikon kota selanjutnya. Ia yakin tipologi kota itu mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi ibu kota Provinsi Kalteng tersebut.
--page
"Pemko dalam menciptakan Smart Environment akan tetap mengejar peningkatan sistem pemerintahan dan birokrasi yang outputnya mempermudah layanan tapi tetap melestarikan lingkungan," tandasnya. (HENDRI/B-11)









