MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada penyesuaian aktivitas keseharian masyarakat termasuk juga kegiatan beribadah di gereja dalam kota Muara Teweh.

Umat Kristiani di Kabupaten Barito Utara khususnya dalam kota Muara Teweh juga merasakan hal yang sama karena pandemi. Kegiatan beribadah serta pelayanan jemaah berubah pesat sejak virus Corona menyebar luas.

Ketua Resort Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Muara Teweh, Pendeta Dasviron menceritakan jika pihak GKE merasakan dampak yang mana membuat gereja pada awal masa pandemi harus ditutup total.

Dengan adanya kerja keras dari pemerintah dan Satgas Covid-19 akan penanggulangan pandemi membuahkan hasil dan titik cerah untuk bisa kembali beraktivitas dan beribadah di gereja.

"Sekarang aktivitas ibadah di gereja sudah lancar seperti biasanya. Namun, protokol kesehatan tetap jadi prioritas utama dalam kegiatan ibadah dan juga Kementerian Agama (Kemenag) rutin mengawasi aktifitas ibadah agar menjaga kita semua," jelas Dasviron saat ditemui di kediamannya, Jumat 25 Juni 2021

--page

Dia mengatakan pengawasan dari Kemenag akan aktifitas beribadah di Muara Teweh berupa penyemprotan disinfektan rutin pada setiap tempat ibadah tanpa terkecuali.

"Biasanya ada petugas PPKM dan Kemenag datang tiap Jumat atau Sabtu untuk penyemprotan rutin cairan desinfektan," ucapanya.

Ketua GKE yang berkantor di Jalan Pendreh Km 1, Muara Teweh juga, mengaku bahwa pihak pengurus serta pendeta telah menerima vaksinasi tahap kedua. Membawa sedikit angin segar untuk kegiatan pelayanan ibadah di lingkungan gereja.

Meski begitu dia menyatakan harus tetap taat protokol kesehatan agar jemaah yang belum di vaksin juga tetap aman.

"Sekarang sudah mendingan, pendeta dan pengurus sudah divaksin. Tapi tetap kita jaga prokes biar yang lain aman. Meski sudah divaksin bukan berarti prokes hilang dari gereja, itu tetap dijaga," katanya.

--page

Salah satu gereja yang aktif melaksanakan aktivitas ibadah dan salah satu gereja terbesar di dalam kota Muara Teweh adalah Gereja Imanuel yang berlokasi sama dengan Sekretariat GKE.

Kapasitas jemaah mencapai 800 orang pada masa sebelum pandemi, dan sekitar 100 jemaah saja saat tahun pertama pandemi kemudian saat ini.

Meski masih dalam masa pandemi, namun dikarenakan vaksinasi massal oleh pemerintah yang telah menjamur hingga ke hampir seluruh Sekretariat GKE, membuat jemaah yang beribadah bertambah.

Davsiron mengaku jemaah yang hadir tidak lebih dari 250 orang dan kurang dari 50 persen kapasitas gereja tersebut. (RAMADHANI/B-6)