SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit  - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana menyarankan agar Pemkab Kotim melakukan evaluasi kinerja disetiap unit kerja dan usaha yang ada.

Pasalnya realisasi pendapatan asli daerah (PAD) 2020 tidak tercapai sesuai target, sehingga perlu adanya inovasi untuk meningkatkan PAD pada tahun ini.

Ditegaskannya  laporan keuangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang disampaikan Bupati Kotim pada 21 Juni 2021 lalu merupakan muara bagi perwujudan dari pemerintahan yang baik ( Good Governance).

"Esensi ini akan dapat diwujudkan dalam praktek pemerintahan, apabila dilakukan secara transparan, jujur, demokratis dan responsif," katanya Minggu, 27 Juni 2021.

Itu semua kata dia melalui tata cara tersebut sehingga diyakini akan mampu melakukan evaluasi secara kritis, objektif dan akurat atas kinerja setiap program, kegiatan dan kebijakan.

--page

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas prestasi pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan untuk yang ke - 7 kalinya. 

Namun rendahnya realisasi PAD sebesar Rp.232.885.875.083,89 atau sebesar 55,70% dari target sebesar Rp 418.095.783.674,00 atau kurang sebesar 44,30%. Dari laporan yang pihaknya pelajari pada realisasi pajak daerah yang paling kecil penerimaannya yaitu hanya 24, 89%.

"Padahal biasanya pajak daerah selalu mendominasi dalam pendapatan asli daerah, khususnya kendaraan bermotor dan bea balik nama kenderaan bermotor (BB NKB). Fraksi kami meminta penjelasan kendala apa saja yang menyebabkan rendah penerimaan pajak daerah ini," tegasnya.

Terhadap rendahnya realisasi PAD, Fraksi Nasdem menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Kotim yang dipimpin oleh Bupati/Wakil Bupati yang baru untuk melakukan evaluasi kinerja disetiap unit kerja/usaha, sehingga dengan cepat dapat diketahui kendala-kendala yang menghambat peningkatan Pendapatan asli daerah. (NACO/B-6)