PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Palangka Raya, Akhmad Fordiansyah menilai, keberadaan ritel modern tidak selalu mematikan usaha masyarakat.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi keunggulan dari ritel tradisional atau kios dan warung kelontong milik masyarakat jika dibandingkan ritel modern, begitupun sebaliknya.

Fordiansyah menilai dari hal tersebut, akan menjadi pertimbangan penentu masyarakat sebagai konsumen untuk memilih, ingin berbelanja dimana.

 “Dari sisi harga kebanyakan ritel modern menawarkan harga satuan yang lebih tinggi dibanding ritel tradisional. Hanya saja, mereka memiliki diskon yang menarik pada saat tentu,” sebut dia, Senin, 28 Juni 2021.

 “Masyarakat kita sebagai konsumen pun sekarang cerdas, mereka bisa memilih mau berbelanja dimana. Tapi kecenderungan masyarakat pasti belanja ke tempat yang lebih murah,” tambahnya.

--page

Fordiansyah menjelaskan, keberadaan ritel modern memberikan dampak yang positif bagi daerah, selain penambahan pendapatan daerah melalui pajak, keuntungan lain yang diperoleh adalah dana CSR dari setiap ritel modern tersebut.

“Ada CSR yang diberikan, tahun 2020 kemarin ada pemberian 20 laptop dari salah satu ritel modern kepada Pemko Palangka Raya melalui Disdik. Kemudian ada juga bantuan alat pemadam kebakaran yang diberikan dalam penanganan karhutla di 2015 kemarin. Jadi memang keberadaan ritel modern ini cukup positif,” jelasnya. (HERMAWAN DP/B-5)