PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Daerah Kabupaten Kotawaringin Barar (Kobar) terus menggencarkan pelaksanan vaksinisasi Covid-19 untuk lanjut usia atau lansia. Tercatat, capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk lansia di Kobar telah mencapai 50,99 persen.

Data tersebut disampaikan oleh akun resmi milik Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Kotawaringin Barat, yang berisi Update Vaksinasi Covid-19 Kobar pada Minggu, 27 Juni 2021.

"Jumlah lansia yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama sebanyak 8.089 orang dengan persentase mencapai 50,99 persen," isi rilis dari Satgas Covid-19 Kobar yang diketuai langsung oleh Bupati Kobar Nurhidayah.

Selanjutnya, untuk jumlah lansia yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua yakni 3.196 orang atau 20,15 persen dari jumlah sasaran sasaran lansia di Kobar sebanyak 15.864 orang lansia.

Dalam data yang sama, juga disampaikan jumlah sasaran vaksin untuk pelayanan publik di Kobar dan yang sudah disuntik vaksin dosis pertama 24.359 orang atau 104, 07 persen, untuk jumlah pelayanan publik yang telah mendapatkan vaksinasi dosis ke dua sebanyak 9.682 orang dengan persentase 41,36 persen. Adapun jumlah sasaran awal sebanyak 23.407 orang.

--page

Kemudian, untuk SDM Kesehatan di Kobar yang sudah menjalani vaksin dosis pertama mencapai 2.221 orang dan vaksin dosis kedua 2.140orang, dengan jumlah sasaran awal yaitu 1.725 orang.

Diketahui, bahwa jumlah sasaran vaksinasi di Kabupaten Kotawaringin Barat sebanyak 141.000 orang. Total yang sudah terdaftar untuk divaksin meliputi dari SDM Kesehatan, Pelayanan Publik dan Lansia sebanyak 40.996.

"Adapun jumlah keseluruhan penerima vaksin dosis pertama dari tiga sasaran tersebut, sebanyak 34.669 orang atau 84,57 persen dan dosis kedua 15.018 atau 36,63 persen," isi rilisnya.

Dalam setiap kesempatan, Bupati Kobar Nurhidayah selalu mengajak masyarakat untuk mendukung vaksin dengan tidak takut untuk vaksin, terutama saat ini adalah lansia dan pra lansia. Vaksin ini akan membentuk kekebalan tubuh yang dapat melindungi diri dari penyakit.

"Lansia itu rentan terhadap penyakit, sehingga perlu kita berikan pemahaman agar mau divaksin, sehingga memiliki kekebalan tubuh yang baik. Vaksin ini aman dan halal, serta ini merupakan upaya pemerintah melindungi rakyatnya," pungkasnya. (DANANG/B-7)