SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dara Yunita, warga Jalan Muchran Ali, Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, panik. Ada sesuatu bersarang di plafon rumahnya. 

Dia pun melaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotawaringin Timur, Senin 28 Juni 2021 . 

"Saat membersihkan AC (air conditioner) ada melihat semacam tawon, saya lihat di sela-sela plafon," kata Dara, Selasa, 29 Juni 2021.

Mendapat laporan ini, personel Disdamkarmat Kotim pun meluncur ke lokasi. Sebanyak 9 personel dikerahkan dengan peralatan lengkap. 

Sesampai di rumah pelapor, petugas melakukan pemeriksaan. Mencari posisi sarang hewan yang dimaksud. 

--page

"Setelah mengetahui keberadaan atau posisi sarang, ternyata yang dimaksud pelapor adalah sarang lebah madu," jelas Kepala Disdamkarmat Kotim, Rihel. 

Lebah madu atau dikenal dengan nama ilmiah Apis koschevnikovi tampaknya cukup lama bersarang di plafon. Petugas mendapatkan sarang berukuran sekitar  26 senti meter dengan luas lingkaran sekitar 530,66 sentimeter persegi. 

Petugas pun meminta izin kepada pihak pelapor yang juga pemilik rumah untuk membongkar plafon. Sebab, sarang lebah madu tersebut tidak bisa dijangkau oleh petugas. 

"Setelah dilakukan pembongkaran plafon kamar, sarang lebah madu tersebut dapat dijangkau dan langsung diamankan oleh petugas," jelasnya.

Pelapor merasa lega. Kini tak ada lagi yang membuat mereka khawatir di dalam rumah. (MAGANG 2/B-6)