PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) terbilang sangat baik, namun karena keterbatasan jumlah vaksin covid-19 tentunya diharapkan masyarakat bisa bersabar untuk mendapatkan gilirannya divaksin.

Bupati Kobar Nurhidayah, Selasa, 29 Juni 2021 saat pelaksanaan vaksinasi massal di Makodim 1014 Pangkalan Bun menjelaskan untuk mengantisipasi orang tua peserta didik yang tidak bisa menyertakan surat keterangan telah mendapatkan vaksinasi sebagai syarat masuk sekolah, Pemkab Kobar bakal mengeluarkan kebijakan agar mereka juga bisa mendaftarkan anaknya sekolah.

"Kebijakan wajib vaksinasi bagi orang tua peserta didik merupakan persyaratan yang audah ditetapkan oleh Menteri Pendidikan. Tentunya hal ini diterapkan diberbagai tempat termasuk di Kobar. Namun karena keterbatasan kuota vaksin yang ada tentunya pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan bertahap," jelasnya.

Menurutnya lantaran pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) berlangsung dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama, dalam waktu dekat ini pihaknya bakal mengeluarkan kebijakan agar orang tua siswa tetap bisa mendaftarkan anaknya sekolah.

Fery Chandra, seorang warga yang antre untuk mendapatkan vaksin mengatakan ia bersedia divaksin lantaran memerlukan surat keterangan sudah divaksinasi sebagai persyaratan daftar ulang anaknya sekolah pada tahun ajaran baru.

--page

"Untunglah saya mendapatkan undangan dan ada beberapa yang beberapa hari lalu sempat mendaftar sehingga hari ini bisa divaksin dan memperoleh surat keterangan sudah divaksin. Namun dari informasi yang saya dapatkan, banyak juga orang tua sisiwa yang masih belum dpt undangan vaksin dan tidak masuk pendaftaran divaksin lantaran kuotanya habis," ujarnya.

Pastinya para orang tua siswa saat ini selalu memburu tempat pelaksanaan vaksinasi agar bisa divaksin untuk dapat surat keterangan tersebut.

"Hal ini lantaran terbatasnya waktu atau masa pendaftaran sekolah. Terus bagaimana bila ada orang tua siswa yang tidak dapat kuota vaksin, sedangkan masa pendaftaran sekolah hampir habis. Tentu sebagai orang tua siswa mereka resah, takut anak tidak bisa daftar sekolah, akibat kurangnya persyaratan," ujarnya. (WAHYU KRIDA/B-6)