MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Pembangunan jembatan Lemo Seberang Desa Lemo II Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara  mulai dilakukan pengerjaannya dengan melaksanakan pemancangan tiang pertama pada Rabu 30 Juni 2021.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Barito Utara, M Iman Topik mengatakan pekerjaan pembangunan jembatan rangka baja Lemo Seberang-Desa Lemo dilaksanakan selama 660 hari kalender dengan biaya bersumber dari APBD II Kabupaten Barito Utara dan partisipasi dari PT Mitra Barito untuk pembelian rangka baja bentang 120 meter dan bentang 60 meter.

“Jembatan Lemo Seberang-Desa Lemo termasuk jembatan rangka baja kelas B dengan total panjang 561,65 meter yang terdiri dari rangka baja bentang 120 meter sebanyak 1 (satu) buah, bentang 60 meter sebanyak 5 (lima) buah, balok girder bentang 25 sebanyak 2 (dua) buah,” jelas M Iman Topik.

Sedangkan, katanya, untuk lebar jembatan 6 (enam) meter ditambah 0,5 meter trotoar kiri dan kanan. Sedangkan untuk pondasi jembatan menggunakan pipa baja diameter 600 milimeter dan tebal 12 milimeter.

Menurut Kadis PUPR, pembangunan jembatan ini nantinya adalah sebagai jalan alternatif terdekat menuju ibukota negara baru (Kalimantan Timur) poros tengah dan memperpendek jarak tempuh dari Muara Teweh menuju ibukota provinsi Kalimantan Tengah.

--page

“Dari awalnya 384,73 KM menjadi 262,46 KM. Yang mana selisihnya adalah sejauh 120,27 KM. Tentunya hal ini dapat memberikan dampak yang positif dari segi efisiensi jarak tempuh dan peningkatan ekonomi masyarakat Kabupaten Barito Utara secara umum serta membuka akses perkembangan pembangunan,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-5)