BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Satuan tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) kembali merilis ada tambahan 1 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal dunia. Dengan tambahan itu, jumlah pasien Covid-19 meninggal yakni 85 kasus terhitung sejak awal pandemi masuk ke Kobar.
Berdasarkan data yang bersumber dari Media Center Gugus Tugas Covid-19 yang disampaikan pada Rabu, 30 Juni 2021 menunjukan, pasien positif Covid-19 meninggal itu berasal dari Kecamatan Pangkalan Banteng.
"Jumlah pasien meninggal karena Covid-19 di Pangkalan Banteng tercatat sebanyak 10 kasus," tulis Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kobar, Nurhidayah melalui rilisnya.
Sementara itu, di dalam data yang sama jumlah kasus pasien Positif Covid-19 meninggal tertinggi berada di wilayah Kecamatan Arut Selatan, yaitu sebanyak 53 kasus, disusul Kecamatan Kumai 12 kasus, Kecamatan Pangkalan Lada 5 kasus, Kotawaringin Lama 3 kasus, dan Kecamatan Arut Utara 2 kasus.
Selain adanya kabar pasien Covid-19 meninggal, per hari ini juga disampaikan ada penambahan kasus positif Covid-19 baru sebanyak 49 orang. Sehingga jumlah kasus Covid-19 di Kobar mencapai 4.342 kasus, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama pada 3 April 2020.
--page
"Per hari ini juga disampaikan ada penambahan pasien sembuh 2 orang. Sehingga total pasien sembuh sebanyak 3.800 orang," ungkapnya.
Dengan update data ini, maka kasus aktif Covid-19 di Kobar saat ini meningkat menjadi 457 orang. Kasus aktif adalah jumlah pasien positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit atau isoloasi mandiri.
Untuk itu, dengan masih mewabahnya pandemi Covid-19, Nurhidayah selalu menghimbau kepada masyarakat, agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebagai upaya menekan penyebaran virus corona di Kobar.
"Saya atas nama pemerintah daerah tidak bosan - bosannya, untuk mengingatkan kita semua bahwa sampai saat ini kita masih dalam masa pandemi Covid-19, oleh karena itu mari kita bersama - sama tetap selalu menjaga kesehatan, dengan selalu mematuhi protokol kesehatan dalam rangka mencegah dan menekan penyebaran Covid-19," pungkasnya. (DANANG/B-7)









