SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Petani padi di Kecamatan Teluk Sampit, terutama di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali mulai membersihkan lahan dan bersiap tanam. 

Hal tersebut dilakukan, setelah mereka gagal panen, akibat musibah banjir yang melanda desa tersebut, beberapa waktu lalu. 

"Sebelumnya musibah banjir melanda desa tersebut, sehingga terjadi gagal panen. Namun saat ini Alhamdulilah sawah sudah tidak terendam, sehingga petani sudah bersiap tanam padi," ujar Camat Teluk Sampit Juliansyah, Jumat, 02 Juli 2021. 

Pihaknya saat ini masih menunggu normalisasi besar-besaran oleh pemerintah daerah di wilayah lumbung padi tersebut. Karena kondisi parit atau drainase di persawahan sudah tidak normal. 

Banyak yang tertutup oleh tumbuhan dan juga terjadi pendangkalan. Sehingga, air tidak bisa mengalir deras. Dan jika terjadi hujan lebat dalam kurun waktu lama, ditambah air pasang. Maka rawan terjadi banjir.

--page

"Normalisasi sangat diperlukan, agar banjir bisa teratasi dan air bisa cepat surut," kata Juliansyah. 

Sementara, sebelumnya sekitar 5.000 hektare lebih tanaman padi siap panen direndam banjir. Sehingga hal itu membuat petani gagal panen dan mengalami kerugian yang sangat besar. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)