BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dalam mensukseskan program vaksinasi antusiasnya sangat tinggi. Bagi masyarakat yang belum mendapat giliran vaksin tak perlu khawatir, karena stok vaksin dipastikan aman.
Bupati Kobar Nurhidayah menyampaikan, jumlah vaksin di Kobar dipastikan aman. Bahkan dalam waktu dekat ini, Kobar akan kembali mendapat tambahan dosis vaksin dari pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
"Kita selalu koordinasi dengan pemerintah provinsi, kemungkinan pada Senin besok ini, kita akan di dropping lagi oleh pemerintah Provinsi, namun jumlahnya dinas teknis yang lebih tau," kata Nurhidayah, usai memantau pelaksanaan vaksinasi massal di Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Minggu, 4 Juni 2021.
Bupati menyebutkan bahwa, stok vaksin dipastikan aman, untuk memenuhi target 80 persen masyarakat Kobar teevaksin. Namun, saat prosesnya dilakukan secara bertahap.
"Kita targetkan akhir tahun 2021 ini setidaknya 80 persen masyarakat Kobar sudah tervaksin semuanya, sehingga herd immunity terbentuk sebagai senjata melawan Covid-19," ungkapnya.
--page
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kobar Achmad Rois menuturkan, jika stok vaksinasi selalu mengalir. Jadi kebutuhan berapa perminggu di Kobar, itu selalu terkomunikasikan dengan provinsi, kemudian Provinsi dapat alokasi dari pusat. Jadi siklusnya stok vaksin itu selalu mengalir.
"Misalkan saat ini tinggal 3 vial besok pasti datang lagi, jadi sesuai dengan rencana mingguan semua puskesmas yang ada di Kobar dan program vaksinasi massal," ungkapnya.
Selanjutnya, Achmad Rois menjelaskan mengapa vaksin itu habis, karena memang resepnya vaksin itu harus dihabiskan. Jadi kalau vaksin itu teraplikasikan dan habis, justru memang itu yang diharapkan.
"Ketika vaksin itu datang, Gubernur, Menkes dan Kapolda itu memberikan satu pesan khsusus, berapapun vaksin yang diminta syaratnya satu, yaitu segera habiskan, kalau habis itu justru kita bahagia," tuturnya.
Ia menambahkan, tidak ada jumlah maksimal yang ditentukan oleh pemerintah dalam memberikan vaksin. Selama kebutuhan yang diajukan sesuai dengan rencana mingguan dan logis, maka pasti akan di dropping.
--page
"Kita pernah di droppinh 8.000 dosis, kemudian 12.000 dosis, jadi berapapun yang diminta asalkan sesuai dengan rencana mingguan dan dinilai logis dan sesuai kebutuhan, dosis vaksin kita dapatkan," pungkasnya. (DANANG/B-6)









