BORNEONEWS, Palangka Raya - Warga Simpei Karuhei V dihebohkan dengan kemunculan ular ball phyton atau depung (dalam bahasa Dayak Ngaju) seberat sekitar 20 kilogram, pada Minggu malam, 4 Juli 2021.
Tim Emergency Respon Palangka Raya atau ERP langsung turun menanggapi laporan warga di tengah hujan deras.
Laporan bermula dari Asep, salah seorang warga yang melihat penampakan ular di tengah jalanan kompleks. Spontan Asep melaporkan penampakan ular ini ke dalam grup WA kompleks sehingga Agung. Kemudian, warga lainnya, menelepon tim ERP demi meminta bantuan.
Tidak berselang lama, tim ERP yang beranggotakan 4 orang langsung datang ke lokasi dan mencari keberadaan ular tersebut.
Di tengah hujan deras, tim yang sudah berpengalaman menghadapi reptil ini mencari keberadaan ular tersebut berbekalkan keterangan warga terhadap penampakan ular tersebut. Berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan warga yang diperkirakan adalah ball phyton, tim kemudian mencari di sudut-sudut lingkungan rumah warga, terutama di bawah tumpukan kayu.
Hingga ditemukanlah keberadaan ular ini di bawah tumpukan kayu balok di samping salah seorang rumah warga.
Ular sepanjang kira-kira 1,5 meter dan berat sekitar 20 kilogram ini kemudian ditangkap dan diamankan ke dalam karung.
--page
"Ular ini kami diamankan dan akan kami serahkan ke BKSDA. Nanti BKSDA yang akan melepasliarkan ular ini kembali," tutur Kabagops ERP, Yustinus Exaogi atau yang akrab disapa Nago.
Menurutnya, jika ada masyarakat lain yang juga menemukan keberadaan ular bisa dilaporkan segera ke tim ERP.
"Musim hujan ini memang banyak ular jenis ini yang keluar. Yang penting sekarang anak-anak sudah aman ya. Kalau ada yang menemukan ular juga silakan laporkan ke ERP. Kalau bisa ularnya dipantau dengan menjaga jarak aman sehingga jika tim datang ke lokasi bisa langsung diamankan. Jangan setelah melapor lalu ditinggal, nanti susah kita menemukan lokasinya," tutur Nago. (TESTI PRISCILLA/B-11)









