BORNEONEWS, Sampit - Mantan Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H. Supriadi mencurahkan keprihatinannya terhadap lembaga DPRD Kabupaten Kotim periode saat ini.
Supriadi menilai saat ini peran dan fungsi lembaga tersebut kian menurun, bahkan tidak jarang juga masyarakat mengeluhkan banyaknya laporan dan pengaduan dari warga tidak ditindaklanjuti sama sekali oleh lembaga tersebut.
“Justru saat ini saya melihat DPRD cenderung menurun kinerjanya. Hal ini dibuktikan saja dengan salah satunya banyaknya keluhan masyarakat bahkan pengaduan secara jelas-jelas tidak direspon dan ditanggapi secara cepat oleh mereka di DPRD Kotim, miris kita melihatnya," ucapnya, Senin, 5 Juli 2021.
Mantan ketua DPD Golkar Kotim itu menyebutkan ketika dirinya duduk di lembaga itu aspirasi dan pengaduan warga menjadi prioritas untuk diselesaikan dan di mediasi
Semua itu kata dia tidak sulit kalau memang ada political will dari anggota dewan untuk merespon dan menanggapi dari aspirasi masyarakat.
--page
"Tetapi belakangan ini saya lihat apsirasi masyarakat justru diabaikan, artinya ini kinerja menurun yang sudah diperlihatkan,” ucapnya.
Supriadi menuding saat ini memang sudah selayaknya maisng-masing partai atau fraksi dari anggota DPRD itu melakukan evaluasi terhadap anggotanya.
”Menjadi anggota DPRD jangan Hanya 5 D (Datang,Diam,Dengar,Duduk,Duit) harus punya nyali bersuara lantang untuk suarakan berbagai persoalan daerah khususnya bela hak rakyat dan kebijakan berpihak kepada rakyat," tukasnya.
Apalagi kata dia ditengah pandemi Covid-19 ini banyak kebijakan pemerintah daerah yang harusnya bisa dikritisi oleh DPRD Kotim sebagai bentuk keberpihakan
Mengingat banyak kebijakan pemerintah yang sangat membatasi berbagai kegiatan rakyat sehingga pemerintah juga punya kewajiban untuk melindungi bukan saja dari pandemi akan tetapi juga ekonomi juga harus bangkit. (NACO/B-5)









