BORNEONEWS, Palangka Raya - Ada tujuh indikator dalam pencapaian visi-misi Smart Environment atau lingkungan cerdas di Palangka Raya.
Indikator ini meliputi pembangunan infrastruktur, teknologi Informasi, pengelolaan air, lahan, pengelolaan limbah, manajemen bangunan, tata ruang hingga transportasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Achmad Zaini mengungkapkan, untuk memenuhi indikator tersebut pihaknya terus melakukan upaya meningkatkan kualitas lingkungan.
"Sasaran kami adalah menurunnya pencemaran dan perusakan yang diupayaan lewat pembinaan dan pengawasan kepada para pelaku usaha di berbagai sektor," ungkapnya, Senin 5 Juli 2021.
Dia menuturkan, kondisi lingkungan Kota Cantik tersebut masih dapat dikategorikan bagus. Hanya saja sampel kualitas lingkungan diambil dari tiga sungai yakni Rungan, Kahayan dan Sebangau.
--page
"Dari tiga sungai itu, Sungai Kahayan masuk pencemaran kategori ringan. Penyebabnya adalah aktivitas masyarakat di daratan," tuturnya.
Upaya lain yang dilakukan adalah dengan menggandeng pelaku usaha agar dapat mengelola limbah buangannya sesuai baku mutu lingkungan yang diatur dalam PP Nomor 22 Tahun 2021. (HENDRI/B-5)









