PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Jumlah pasien Covid-19 terus melonjak. Bahkan, instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Sultan Imanudin (RSSI) Pangkalan Bun saat ini telah penuh oleh pasien terkonfirmasi Covid-19 maupun suspect. Kondisi ini dinilai perlu adanya perluasan ruang isolasi dan sumber daya manusia (SDM).

Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dr Fachruddin mengatakan, saat ini, pasien terkonfirmasi yang menjalani perawatan 137 orang, dan ada 12 orang pasien terkonfirmasi Covid-19 maupun suspect yang masih menunggu di IGD, karena ruang isolasi penuh. 

"Masih ada tertahan sekitar 12 orang di IGD menunggu pasien yang ada di ruang perawatan dinyatakan sembuh, sehingga memang perlu adanya perluasan dan penambahan sumber daya manusia-nya," kata dr Fachruddin, saat meninjau lokasi perluasan ruang isolasi pasien Covid-19, Senin, 5 Juli 2021.

Fachruddin menjelaskan, peninjauan yang dilakukan di RS Kesuma, RS Muhammadiyah dan ruang isolasi di LPTQ, secara ruangan sudah siap. Namun, saat ini yang perlu disiapkan seharusnya dari sisi sumber daya manusianya.

Bahkan, untuk memfungsikan salah satu rumah sakit perluasan misalnya Muhammadiyah ini saja, membutuhkan 26 orang tenaga terdiri atas mayoritas perawat, cleaning servis, tenaga Farmasi tenaga gizi. Mereka ini bertugas jaga shift siang dan malam.

--page

"Sehingga memang perlu pemerintah daerah memikirkan SDM nya kalau ingin membuka perluasan, apabila SDM nya tidak ditambah dan hanya mengandalkan nakes dari RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun itu tidak memungkinkan, karena tenaga rumah sakit juga sangat kekurangan, dengan penambahan terus ruangan," pungkasnya. (DANANG/B-7)