PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro dalam rilisnya menyampaikan, komoditas utama ekspor Kalteng pada bulan Mei 2021 yaitu batu bara, minyak kepalapa sawit, emas, serta bijih seng, zirconium, dan timbal.

Adapun ekspor Kalteng pada bulan Mei 2021 yang mengalami peningkatan terbesar apabila dibandingkan bulan April yaitu terjadi pada kelompok bahan bakar mineral yakni senilai US$ 67,99 juta atau 59,36 persen.

"Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada kelompok perhiasan/permata senilai US$ 26,81 juta atau 52,49 persen," katanya, Senin, 5 Juli 2021.

Selanjutnya, komoditas lain yang juga mengalami peningkatan nilai ekspornya yakni bijih, terak, dan abu logam sebesar US$ 2,22 juta atau 23,90 persen, kayu dan barang dari kayu US$ 1,99 juta 21,08 persen; serta berbagai produk kimia US$ 1,48 juta.

Sementara itu, komoditas yang juga menurun selain perhiasan/permata yaitu lemak dan minyak hewani/nabati senilai US$ 2,49 juta atau 5,71 persen, karet dan barang dari karet US$ 1,80 juta 16,30 persen, dan ampas/sisa industri makanan US$ 0,54 juta 20,15 persen.

--page

Kemudian dilanjutkan, komoditas bahan kimia anorganik US$ 0,14 juta 29,79 persen, serta beberapa komoditas yang tergolong dalam golongan barang lainnya, terutama pada komoditas bahan nabati untuk anyam-anyaman menurun sebesar US$ 3,01 juta.

Apabila dibandingkan dengan kondisi bulan Mei tahun 2020, nilai ekpor semua golongan barang pada Mei 2021 mengalami kenaikan, kecuali bijih, terak, dan abu logam.

Komoditas bahan bakar mineral mengalami kenaikan nilai ekspor terbesar senilai US$ 112,67 juta atau 161,30 persen, diikuti oleh komoditas lemak dan minyak hewani/nabati sebesar US$ 26,90 juta atau 189,57 persen. Sementara untuk bijih, terak, dan abu logam mengalami penurunan nilai terbesar yaitu US$ 0,52 juta atau 4,32 persen.

Secara kumulatif, kegiatan ekspor Kalteng dari Januari hingga Mei 2021, masih didominasi oleh komoditas bahan bakar mineral berupa batu bara yakni senilai US$ 723,35 juta dan berkontribusi sebesar 60,39 persen dari total ekspor.

Disisi lain, untuk komoditas perhiasan/permata mulai menunjukkan kontribusinya dalam total ekspor Kalteng sebagai komoditas dengan kontribusi terbesar ketiga.

Selanjutnya, komoditas lemak dan minyak hewani/nabati; bijih, kerak, dan abu logam; serta karet dan barang dari karet berkontribusi sebesar 24,30 persen.

Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor sebagian besar komoditas mengalami kenaikan, kecuali komoditas bijih, terak, dan abu logam yang menurun sebesar US$ 32,31 juta atau 40,13 persen.

Kenaikan terbesar terjadi pada komoditas bahan bakar mineral yang meningkat senilai US$ 197,22 juta atau 37,49 persen. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada komoditas bijih, terak, dan abu logam senilai US$ 32,31 juta atau 40,13 persen. (DONNY D/B-7)