BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ledakan tongkang milik PT Korindo Ariabima Sari yang terjadi di tepi Sungai Arut, Kelurahan Mendawai, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Senin, 5 Juli 2021 sekitar pukul 10.00 WIB, selain mengakibatkan satu korban tewas dan satu luka dari pekerja di tongkang tersebut, juga menyebabkan berbagai kerusakan pada rumah warga. Itu diduga akibat terjadinya shock wave.
Berdasarkan teori ilmu fisika, shock wave atau gelombang kejut merupakan gelombang dengan energi yang hebat serta mampu menembus benda padat.
Energi yang kuat ini dapat dihasilkan dari pesawat supersonik, ledakan, petir, atau fenomena lain yang menciptakan perubahan tekanan yang hebat.
Karena itulah, dalam ledakan tersebut, banyak rumah warga sekitar yang mengalami kerusakan. Di antaranya yaitu plafon jebol, kaca pecah hingga jamban warga yang rusak akibat tertimpa serpihan tongkang.
Bahkan dalam sebuah video yang banyak beredar melalui WhatsApp, gelombang kejut tersebut terlihat jelas pada sebuah video yang direkam dari CCTV sebuah rumah yang berada di sekitar lokasi ledakan.
--page
Dalam video berdurasi 24 detik itu, nampak adanya gelombang kejut yang terlihat seperti angin berhembus dan membuat ayunan bayi serta bagian dalam rumah berguncang.
Gelombang kejut tersebut juga menyebabkan getaran hingga jarak yang cukup jauh.
Seperti yang diceritakan Wiro, seorang pedagang mie ayam yang berlokasi di kawasan Lapangan Termili yang berjarak sekitar 1,5 km dari titik ledakan.
"Waktu itu saya sedang bawa mangkok berisi mie ayam untuk disuguhkan pada pelanggan. Kemudian terdengar suara dentuman keras dan menyebabkan getaran. Gerobak mie ayam saya sampai bergetar keras, untung tidak sampai ambruk," kata Wiro. (WAHYU KRIDA/B-7)









