BORNEONEWS, Palangka Raya - Menurut data rilis BPS Kalteng selama Mei 2021 impor provinsi ini tercatat mencapai US$ 3,26 juta atau naik sebesar 30,40 persen dibanding April yang hanya US$ 2,50 juta.
Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro mengungkapkan peningkatan impor terjadi karena disebabkan oleh meningkatnya impor migas yaitu sebesar US$ 0,94 juta.
"Meningkatnya impor migas di Kalteng karena meningkatnya impor hasil minyak. Kalau untuk impor non migas turun senilai US$ 0,18 juta atau 7,20 persen." jelasnya, Selasa, 6 Juli 2021.
Penurunan impor non migas karena dipicu oleh menurunnya impor hasil industri berupa pupuk atau pupuk kalium klorida.
Apabila dibandingkan Mei 2020, nilai impor Kalteng terjadi penurunan sebesar US$ 0,05 juta atau 1,51 persen. Hal ini disebabkan oleh turunnya nilai impor migas senilai US$ 1,17 juta atau 55,45 persen.
--page
Sementara itu impor non migas mengalami peningkatan sebesar US$ 1,12 juta atau 93,33 persen yang dipicu oleh meningkatnya nilai impor hasil industri berupa komoditas benda-benda dari besi dan baja, mesin/pesawat mekanik, berbagai produk kimia, serta mesin/peralatan listrik.
Kemudian, jika diakumulasi dari bulan Januari–Mei 2021 nilai impor Kalteng tercatat sebesar US$ 20,24 juta naik US$ 6,45 juta atau 46,77 persen jika dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Peningkatan itu terjadi pada impor non migas yakni senilai US$ 9,62 juta atau 139,22 persen, karena disebabkan oleh meningkatnya impor hasil industri. Untuk impor migas mengalami penurunan sebesar US$ 3,17 juta atau 46,08 persen. (DONNY/B-6)









