PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro melalui rilisnta menyampaikan ada beberapa komodiyas utama yang diimpor oleh Kalteng selama bulan Mei 2021.

Komoditas ini yaitu d iantaranya mesin/pesawat mekanik berupa mesin untuk mengekstrasi atau mengolah lemak atau minyak hewani/nabati yang dioperasikan secara elektrik dan ketel yang menghasilkan uap air melebihi 15 ton per jam sebesar US$ 1,28 juta.

Kemudian, bahan bakar mineral berupa aspal sebesar US$ 0,94 juta, benda-benda dari besi dan baja berupa tempat penyimpanan dari besi atau baja US$ 0,48 juta, berbagai produk kimia berupa katalisator US$ 0,40 juta, mesin/peralatan listrik berupa perangkat pembangkit tenaga listrik lainnya dan motor AC lainnya US$ 0,14 juta, dan bahan kimia anorganik berupa asam fosfat US$ 0,02 juta.

"Jika dibanding nilai impor pada April, terjadi peningkatan impor pada bulan Mei untuk seluruh golongan barang kecuali pupuk yang mengalami penurunan senilai US$ 1,30 juta atau 100,00 persen," sebutnya, Selasa, 6 Ju2021.

Sementara itu impor bahan bakar mineral serta benda-benda dari besi dan baja masing-masing naik sebesar US$ 0,94 juta dan US$ 0,48 juta.

--page

Kemudian, mesin/pesawat mekanik dan berbagai produk kimia masing-masing naik senilai US$ 0,28 juta atau 28,00 persen dan US$ 0,22 juta atau 122,22 persen.

Apabila dibanding dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, selama Mei 2021 terjadi peningkatan nilai impor untuk beberapa golongan barang, kecuali bahan bakar mineral yang mengalami penurunan senilai US$ 1,17 juta atau 55,45 persen.

Sementara itu, impor benda-benda dari besi dan baja mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 0,48 juta, diikuti mesin/pesawat mekanik US$ 0,31 juta atau 31,96 persen, berbagai produk kimia US$ 0,22 juta 122,22 persen, serta mesin/peralatan listrik US$ 0,11 juta atau 366,67 persen.

Selanjutnya apabila dirinci lebih dalam selama Januari sampai Mei 2021, impor seluruh komoditas di Kalteng mengalami peningkatan sebesar US$ 6,45 juta atau 46,77 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sedangkan penurunan terbesar adalah dari komoditas bahan bakar mineral yaitu sebesar US$ 3,17 juta atau 46,08 persen, sedangkan peningkatan terbesar dari komoditas mesin/pesawat mekanik senilai US$ 7,52 juta atau 354,72 persen.

--page

Dilihat dari peranannya, kontribusi tertinggi berasal dari kelompok komoditas mesin/pesawat mekanik yakni US$ 9,64 juta atau 47,63 persen terhadap total impor. Impor bahan bakar mineral menempati urutan kedua dengan nilai kumulatif senilai US$ 3,71 juta dan berkontribusi 18,33 persen terhadap total impor. (DONNY/B-6)