PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menerangkan impor daerah ini selama bulan Mei 2021 yang senilai US$ 3,26 juta berasal dari empat negara, yakni Malaysia, India, Jerman, Arab Saudi, serta Viet Nam.

Adapun komoditas yang diimpor dari Malaysia yaitu berupa mesin/pesawat mekanik atau mesin untuk mengekstrasi atau mengolah lemak atau minyak hewani nabati yang dioperasikan secara elektrik dan ketel yang menghasilkan uap air melebihi 15 ton per jam senilai US$ 2,34 juta.

"Ada juga mesin/peralatan listrik atau perangkat pembangkit tenaga listrik lainnya senilai US$ 0,02 juta," terangnya, Selasa, 6 Juli 2021.

Komoditas impor yang didatangkan dari India yakni berupa benda-benda dari besi dan baja atau tempat penyimpanan dari besi atau baja senilai US$ 0,48 juta.

Kemudian, Jerman berupa berbagai produk kimia atau katalisator US$ 0,25 juta dan mesin/peralatan listrik atau motor AC lainnya US$ 0,02 juta, dan Arab Saudi berupa berbagai produk kimia atau katalisator US$ 0,15 juta serta Viet Nam berupa bahan kimia anorganik atau asam fosfat US$ 0,02 juta.

--page

Jika dibandingkan dengan bulan April, selama Mei impor Kalteng terjadi peningkatan untuk semua asal barang kecuali Laos yang mengalami penurunan sebesar US$ 1,30 juta atau 100,00 persen.

Impor dari Malaysia dan Jerman mengalami peningkatan masing-masing US$ 1,34 juta atau 134,00 persen dan US$0,09 juta atau 50,00 persen. Begitu juga impor dari India dan Arab Saudi mengalami peningkatan
masing-masing US$ 0,48 juta dan US$ 0,15 juta.

Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, impor Kalteng pada bulan Mei 2021 dari seluruh negara mengalami peningkatan, kecuali Singapura yang mengalami penurunan sebesar US$ 2,14 juta atau 100,00 persen.

Selanjutnya, Impor dari Malaysia mengalami peningkatan terbesar senilai US$ 1,37 juta atau 141,24 persen. Lalu diikuti impor dari India dan Arab Saudi masing-masing sebesar US$ 0,48 juta dan US$ 0,15 juta.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, nilai impor Kalteng dari Januari - Mei 2021 dari seluruh negara naik US$ 6,45 juta atau 46,77 persen, kecuali dari Arab Saudi, Viet Nam, dan beberapa negara yang termasuk dalam kelompok lainnya yaitu Singapura, Tiongkok, dan Austria.

Penurunan nilai impor dari Singapura, Tiongkok, dan Austria masing-masing senilai US$ 3,72 juta 57,32 persen, US$ 0,96 juta 80,00 persen, serya US$ 0,82 juta 100,00 persen.

Sementara itu, untuk peningkatan impor terbesar berasal dari Malaysia senilai US$ 9,23 juta atau 343,12 persen. Dari sisi peranan terhadap total impor Januari–Mei 2021, kontribusi tertinggi berasal dari Malaysia sebesar US$ 11,92 juta atau 58,89 persen, diikuti Laos dan Singapura masing-masing US$ 3,38 juta atau 16,70 persen dan US$ 2,77 juta atau 13,69 persen. (DONNY/B-6)