PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan penanganan Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor  443.1/107/Satgas Covid-19 menggunkan pendekatan model keju swiss.

 “SE Gubernur yang diterapkan kali ini memang menggunakan pendekatan model keju swiss,” tutur Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Saymsul.

 Pendekatan tersebut mengindikasikan jika ada ditemukan satu kasus konfirmasi positif akan dikejar tuntas, termasuk mereka yang kontak.

 Suyuti juga menekankan filosofi dan esesi dari SE Gubernur terbaru adalah demi menjaga keselamatan masyarakat Kalteng dari Covid-19.

 Menurutnya, peningkatan kasus konfirmasi yang meningkat signifikan, khususnya di Kalteng dipengaruhi oleh beberapa variabel. Namun yang paling mendasar adalah tingginya interaksi dan perpindahan manusia yang belakangan ini terjadi.

--page

“Banyak faktor yang menjadi kemungkinan penyebab peningkatan kasus, varian baru yang mudah menular termasuk salah satunya,” tutur dia.

 Sedangkan disisi lain, menurut dia adalah  interaksi manusia, pergerakan manusia dari satu tempat ketempat lain, dan juga kumpul-kumpul yang makin tinggi.

 “Otomatis perpindahan penyakit juga meningkat, karena perpindahan virus itu terjadi karena interaksi tersebut,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-5)