BORNEONEWS, Sukamara - Pemerintah Kabupaten Sukamara terus berupaya agar ketersediaan oksigen di RSUD terus tersedia untuk pasien covid-19 yang sangat membutuhkan.
"Kita ada 5 pasien berat, 3 orang ini yang sangat membutuhkan oksigen, kita tunggu sampai jam 2 siang ini ada tambahan oksigen dari Pangkalan Bun," kata Wabup Sukamara, H Ahmadi, Rabu, 7 Juli 2021.
Menurut Ahmadi, selain Sukamara, wilayah Kotawaringin Barat dan Kotawaringin Timur juga membutuhkan oksigen untuk para pasien covid-19, sehingga menyebabkan keterbatasan ketersediaan oksigen saat ini. "Pangkalan Bun dan Sampai juga luar biasa sangat membutuhkan, apa lagi adanya kerusakan mesin generator penghasil oksigennya," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Sukamara, Dr Eflin Sianifar mengatakan bahwa stok tabung oksigen yang dimiliki rumah sakit saat ini terbatas, hal tersebut disebabkan karena kebutuhan mengalami peningkatan karena kasus covid-19 yang meningkat.
"Untuk stok oksigen, memang sangat terbatas, karena memang penyedianya hanya satu dari PT Semator di Sampit," ucap Dr Eflin.
--page
Eflin menuturkan bahwa jumlah tabung yang dihabiskan dalam sehari tidak menentu, hal tersebut bisa dilihat dari jumlah pasien dan keadaan pasien, apabila kondisi pasien memburuk, maka pasien tersebut bisa menghabiskan sebanyak 20 tabung.
"Yang jelas melihat kasusnya, dan itu tergantung dari dokternya juga, tetapi memang untuk saat ini pasien-pasien kita dengan gejala sedang dan berat kita terapi oksigen, yang memang harus kita perhatikan," tutupnya. (NORHASANAH/B-5)









