BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah warga Jalan Sari Gading, Kecamatan Baamang, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur melapor ke Polsek Baamang bahwa anaknya hilang. Ternyata sejumlah anak tersebut dijemput untuk ikut sunatan massal.
Mereka mengira sejumlah anak laki-laki tersebut diculik, karena saat itu ada yang mengatakan bahwa semuanya dijemput menggunakan mobil oleh orang yang tidak dikenal.
"Kami sempat melapor ke Polsek Baamang, karena anak kami tidak pulang-pulang hingga siang, ternyata mereka mengikuti sunatan massal," ujar Hadimanton, Rabu, 07 Juli 2021.
Warga mengaku orang yang menjemput untuk melakukan sunatan massal tersebut, sempat minta izin kepada ibu-ibu bahwa anaknya tersebut dibawa ke Jalan Wengga Metropolitan untuk mengikuti sunatan massal.
Setelah itu para lelaki di daerah tersebut ke lokasi yang diterangkan orang yang menjemput tersebut, namun tidak ada kegiatan sunatan massal apapun.
--page
"Sehingga kami lapor ke Polsek Baamang, namun setelah itu ternyata anak kami sudah di rumah, dengan kondisi sudah disunat," terang Hadimanto.
Pihaknya menyayangkan apa yang dilakukan oleh penyelenggara sunatan massal, karena tidak ada koordinasi dengan pihak ketua RT dan orang tua anak-anak.
"Kalau seperti ini timbul kecurigaan, karena hingga saat ini kami tidak tahu penyelenggaranya tersebut," katanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)









