BORNEONEWS, Sampit - Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandara H Asan Sampit, ketinggian gelombang di Laut Jawa berkisar 1 meter-1,5 meter. Kondisi ini dinilai masih aman bagi aktivitas nelayan.
"Di perairan kita Kalimantan Tengah bagian timur paling tinggi masih 1,5 meter," ungkap Kepala BMKG Stasiun Bandara H Asan Sampit, Musuhanaya, Rabu 7 Juli 2021.
Diketahui, sejumlah perairan Indonesia, ketinggian gelombang mencapai 1,25 meter hingga 2,5 meter. Kondisi ini terbilang sudah tidak aman bagi pelayaran nelayan.
Kendati demikian, kondisi ini juga berpengaruh bagi penjualan ikan laut di Sampit, Kotawaringin Timur. Pasalnya, sebagian besar nelayan banyak yang mencari ikan di perairan Laut Jawa Timur- Masalembo. "Nelayan sulit melaut, harga ikan jadi lebih tinggi," kata Asep, pedagang ikan di Sampit.
Pedagang ikan di Pasar Ikan Mentaya Sampit sebagian besar membeli ikan dari nelayan yang melaut di Laut Jawa. Nelayan mengantarkan langsung ikan ke dermaga pasar, sehingga jika terjadi kelangkaan ikan ataupun gelombang tinggi, maka akan sangat berdampak pada harga.
--page
Harga ikan laut di Sampit saat ini mengalami kenaikan. Pedagang menyebut, kenaikan ini terjadi karena minimnya tangkapan ikan dari nelayan, imbas gelombang tinggi di Laut Jawa.
Harga ikan tongkol putih saat ini Rp 45 ribu per kilo gram, mengalami kenaikan Rp 5 ribu. Ikan selar atau ikan kembung Rp 45 ribu per kilo gram naik Rp 5 ribu. Sementara ikan tenggiri berkisar Rp 75 ribu- Rp 80 ribu per kilo gram, naik Rp 10 ribu. (USAY NOR RAHMAD/B-6)









