SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemantuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus ekstra ketat pada Sekolah Luar Biasa. Hal ini diakui Plt Kepala SLB Negeri 1, Shidik. Kendati demikian di sekolah yang dia pimpin siap melaksanakan PTM pada 12 Juli 2021. 

"Rencananya tatap muka tapi terbatas. Bagi yang belum siap tatap muka bisa kita visitasi, atau belajar dalam jaringan," ungkapnya, Rabu 7 Juli 2021. 

Diakuinya penerapan PTM di masa pandemi bagi SLB, merupakan suatu tantangan yang besar. Namun pihaknya memastikan akan patuh terhadap peraturan dan petunjuk dari Dinas Pendidikan Kotim maupun Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah serta aturan yang ditetapkan Satuan Tugas Pengendalian Covid-19. 

"Tantangannya memang luar biasa, karena yang kami didik ini siswa berkebutuhan khusus," ujar Shidik. 

Saat ini pihaknya telah melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kini sudah memasuki tahap daftar ulang. 

--page

Sejauh ini sudah ada 7 peserta didik baru yang akan mengikuti pelajaran di SLB Negeri 1. Di antaranya yakni ke TKLB sebanyak 3 orang, kelas 1 SDLB sebanyak 1 orang, kelas 3 SDLB ada 1 orang, kelas 1 SMPLB ada 1 orang, kelas 3 SMPLB ada 1 orang. 

Kepala Sub Bagian Pembantuan untuk SMA, SMK dan SLB Dinas Pendidikan Kotim, Asyari mengatakan, pada masa PPDB ini SLB juga menjadi pantauan pihaknya. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, SLB harus diperhatikan secara khusus. 

"Harus menjadi perhatian, apalagi rencananya akan dilaksanakan pembelajaran tatap muka," katanya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)