PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Vaksinasi bagi masyarakat umum disambut dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Namun hal ini pun dinilai dapat menimbulkan celah yang terbilang cukup riskan, dengan potensi penularan akibat kerumunan massa.

 Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati menilai untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, pemberian vaksin dapat dilakukan melalui pendataan.

 Selain itu vaksinasi akan lebih optimal jika dilakukan menggunakan sistem jemput bola di masing-masing RT. Menurutnya, selain memangkas antrian dan mengurangi timbulnya kerumunan.

 Ia melihat metode ini akan dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang kecewa karena tidak kebagian vaksin, akibat jatah vaksin terbatas setiap harinya.

 “Sebaiknya para petugas lah yang menghampiri  masyarakat di tiap tiap RT atau RW yang sudah didata untuk kemudian dilayani. Kalau dipusatkan di posko malah menimbulkan kerumunan. Selain itu, juga banyak warga yang justru kecewa akibat tidak kebagian vaksin,” jelasnya.

--page

Terpisah, Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kalteng, Sofia Wirda Antemas mengakui kerumunan saat pelaksanaan vaksinasi massal itu memang sulit untuk dihindari.

“Kerumunan saat vaksinasi massal memang sulit dihindari. Namun kami bersama tim Satgas Covid-19 tetap berupaya menerapkan prokes, dan mengimbau masyarakat ikut melaksanakannya,” tutur Wirda. (HERMAWAN DP/B-5)