SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Rahmadi harus alami luka-luka setelah motor yang dikendarainya menabrak tumpukkan batu yang memakan badan Jalan Pramuka, Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Material itu menumpuk di lokasi itu karena sedang ada pekerjaan proyek drainase. Karena kondisi gelap gulita korban menabrak material itu.

"Kejadianya tadi malam (Rabu, 7 Juli 2021) korban luka-luka di kakinya," ucap saksi Bambang, Kamis, 8 Juli 2021.

Menurut Bambang usai menabrak tumpukkan batu tersebut, korban terpental dan motor Honda Beat dengan nomor polisi KH 6485 QC yang dikemudikan korban menabrak mobil yang dikemudikan Bambang.

Akibat kejadian itu kata  Bambang mobil miliknya alami kerusakan yang cukup parah di bagian bemper depan dan velg alami pecah. 

--page

Dijelaskan Bambang saat itu mobil yang dikemudikannya datang dari arah Timur menuju ke arah bundara Balanga, sementara itu motor Rahmadi datang dari arah berlawanan.

"Kondisi jalan gelap, ditambah lagi tidak ada tanda-tanda rambu yang dipasang kalau di situ ada material," tukasnya. (NACO/B-5)