SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk membatalkan pembelajaran tatap muka (PTM). 

"Sudah kami sepakati untuk membatalkan pembelajaran tatap muka," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Jumat, 09 Juli 2021. 

Sebelumnya tahun ajaran baru 2021-2022 di Kotim akan kembali dilaksanakan secara tatap muka pada Juli 2021, namun melihat tren positif yang mengalami peningkatan signifikan membuat pemerintah daerah mengambil keputusan untuk membatalkan PTM. 

Hal ini dilakukan karena pihaknya menghindari kemunculan klaster sekolah, sehingga pembelajaran kembali dilaksanakan secara dalam jaringan. 

"Sekolah tetap dilaksanakan secara daring, sambil menunggu situasi penyebaran Covid-19 ke depannya dan mudah-mudahan bisa hilang nantinya," harapnya. 

--page

Saat ini pemerintah Kotim meningkatkan penanganan kasus Covid-19. Mulai dari pemberlakuan pembatasan jam berjualan bagi para pengusaha dan mengaktifkan patroli, antisipasi terjadinya kerumunan. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)