PALANGKA RAYA –

PEMUDA adalah generasi unggul yang memiliki peran besar dalam pembangunan. Kehadiran pemuda yang produktif dan kreatif merupakan anugerah bagi suatu daerah. Berdasarkan UU N0. 40 Tahun 2009 Pasal 1 ayat 1 Tentang Kepemudaan, pemuda adalah penduduk berusia 16-30 tahun. 

Di Kalimantan Tengah, jumlah pemuda berusia 16-30 tahun ada sekitar 708,83 ribu jiwa yang tersebar di 13 kabupaten dan 1 kota. 

Mayoritas pemuda Kalimantan Tengah memiliki tingkat pendidikan tertinggi SMA/sederajat, dengan persentase sebesar 42,23 persen. Meski mayoritas pemuda di Kalimantan Tengah berpendidikan SMA/sederajat. 

Masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Kalimantan Tengah harus mampu membawa mayoritas pemudanya untuk dapat memiliki tingkat pendidikan tinggi. 

Sebab mengecap pendidikan tinggi akan membawa pemuda untuk semakin mampu berkompetisi dengan pemuda-pemuda lain di era yang  semakin canggih. 

--page

Tidak hanya itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 4,66 persen pemuda di Kalimantan Tengah yang bahkan tidak pernah bersekolah. Hal ini menjadi sangat penting untuk tetap diperhatikan. Sebab bagaimanapun, pendidikan adalah modal bagi pemuda Kalimantan Tengah untuk dapat berpacu pada dunia kerja.

Sektor Pekerjaan

Berdasarkan sektor pekerjaan, ada tiga lapangan usaha yang paling banyak digeluti pemuda di Kalimantan Tengah, yaitu  sektor pertanian, sektor manufaktur, dan sektor jasa. 

Pemuda dengan tingkat pendidikan SD ke bawah mayoritas bekerja pada sektor pertanian. Sedangkan pemuda dengan pendidikan SMA/keatas mayoritas bekerja pada sektor jasa. 

Seperti layaknya daerah lain di Indonesia, sering kali sektor pertanian menjadi sektor yang kerap kali tidak diminati. Meski terdapat Universitas Palangka Raya, Perguruan Tinggi Negeri di wilayah Kalimantan Tengah meluluskan berbagai sarjana pertanian setiap tahunnya, nyatanya sarjana-sarjana ini malah memilih untuk bekerja di luar sektor sektor pertanian. 

Ketidaktertarikan untuk bekerja di sektor pertanian didasari fakta bahwa tenaga kerja di sektor pertanian memiliki rata-rata pendapatan terendah dibandingkan sektor lain. Rendahnya pendapatan pada sektor pertanian, mendorong para pemuda sarjana pertanian untuk berlomba-lomba bekerja pada sektor jasa. 

--page

Status Pekerjaan
 

Apabila dilihat dari status pekerjaan, data BPS 2020 menunjukkan bahwa mayoritas pemuda Kalimantan Tengah memiliki status pekerjaan sebagai buruh/karyawan/pegawai. Persentase pemuda yang menjadi buruh/karyawan/pegawai ini mencapai 53,24 persen. Sedangkan pemuda yang status pekerjaan utamanya berusaha hanya mencapai 20,17 persen. 

Rendahnya persentase pemuda yang berusaha menunjukkan kurangnya minat pemuda di Kalimantan Tengah untuk menjadi pengusaha. Padahal pemuda-pemuda yang dengan berani membuka usaha di Kalimantan Tengah sangat membantu pemerintah dalam menyerap tenaga kerja yang menganggur. 

Saat ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kalimantan Tengah mencapai 10,94 persen. Kita tahu bahwa pandemi memukul mundur kondisi ekonomi, sehingga banyak perusahaan dengan terpaksa memberhentikan sebagian dari pekerjanya agar tetap bertahan di tengah pandemi. 

Di sinilah peran besar pemuda yang produktif dan kreatif. Pemuda yang berani terjun menjadi pengusaha dapat memanfaatkan kondisi pandemi ini sebagai kesempatan untuk menghasilkan produk atau karya yang selama ini belum terpikirkan. 

Pendapatan

Setiap orang butuh bekerja untuk dapat bertahan hidup. Pendapatan tentu saja menjadi sangat penting karena akan mengambarkan bagaimana tingkat kemampuan ekonomi seseorang. 

--page

Saat ini rata-rata pendapatan per bulan pemuda Kalimantan Tengah yang bekerja hanya mencapai Rp 2,1 juta. Jauh lebih kecil dari pada Upah Minimum Regional (UMR) Kalimantan Tengah yang mencapai Rp 2,9 juta. 

Ada dua indikasi yang menjadi alasan rendahnya rata-rata pendapatan pemuda di Kalimantan Tengah dibandingkan UMR Kalimantan Tengah. Pertama, hal ini mungkin saja terjadi karena supply tenaga kerja di Kalimantan Tengah jauh lebih besar dari demand tenaga kerja yang dibutuhkan para pelaku usaha. 

Sehingga para pelaku usaha pun dapat membayarkan tenaga kerjanya di bawah UMR yang ditetapkan pemerintah daerah. Kedua, kondisi ini terjadi karena para pemuda yang menjadi tenaga kerja tidak memiliki kualitas yang cukup baik sebagaimana yang dibutuhkan para pelaku usaha. Para pemuda yang bekerja memiliki keterbatasan skill, sehingga pelaku usaha tidak menerima banyak manfaat dengan mempekerjakan pemuda. 

Memahami potret pemuda di Kalimantan Tengah dalam dunia kerja menjadi sangat penting. Selain dapat menjadi bahan evaluasi dalam mengukur kualitas pemuda, pemerintah dapat menjadikan ini sebagai bahan dalam menyusun perencanan untuk meningkatkan kualitas pemuda di Kalimantan Tengah. 

Sebaliknya pemuda-pemuda Kalimantan Tengah harus sadar dengan kondisi yang mereka milikki. Belajar dan berlatih menjadi penting untuk dapat mengembangkan diri dalam bersaing di dunia kerja. 

Jika mereka para pemuda yang merupakan angkatan produktif saja tidak memiliki kualitas yang cukup baik dalam dunia kerja, bagaimana dengan tenaga kerja yang lain.

Oleh: Lydia Putri,S.Tr. StatStatistisi Ahli Pertama BPS Kota Palangka Raya